
Ilustrasi
JawaPos.com - Selain main kucing-kucingan dengan petugas, para bandar narkoba ternyata juga bersaing dalam merebut pangsa pasar. Belakangan sabu-sabu dari Tiongkok lebih banyak masuk ke Indonesia ketimbang negara lain. Misal, Afrika atau Iran.
Hal ini kata Irjen Arman Depari selaku Deputi Pemberantasan Narkoba BNN. “Memang dari 2015, barang (narkoba dari Tiongkok) memang lebih bagus,” kata dia ketika dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (5/8).
BNN bahkan dulu pernah menguji kualitas dari narkoba berbentuk kristal ini. Hal ini untuk mengetahui kualitas sabu-sabu dari Tiongkok dengan Iran dan negara Afrika.
Kualitas sabu ini dapat dilihat secara fisik maupun uji laboratorium. Jika dilihat secara fisik, sabu milik Wong Chi Ping ini berbentuk kristal dan berwarna lebih putih atau bening.
Kemudian bila diuji melalui uji laboratorium jika hasilnya reaksi warnanya merah maka kurang bagus. Akan tetapi kalau biru menujukkan kualitas nomor satu.
Menurut Arman hal ini memang tak terlalu penting, bagi mereka adalah memberantas dan mencegah masuknya narkoba ke Indonesia. “Kami akan terus tindak pelakunya,” tegas dia.
Jika dibandingkan tahun 2016, tahun ini banyak kasus narkoba dengan barang bukti jumbo dibongkar kepolisian. Sampai Agustus 2017, misalnya, petugas berhasil menyita barang bukti hampir 1,5 ton sabu.
Indonesia memang masih menjadi pasar menggiurkan bagi sindikat narkoba internasional. Dari rangkuman JawaPos.com, ada sejumlah tangkapan mencolok yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya. Terlebih ketika ketiganya bekerja-sama dalam melakukan pemberantasan narkoba.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
