
Ilustrasi
JawaPos.com - Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang ojek dikabarkan tewas di Puncak Jaya Papua. Korban diduga dibunuh secara sadis oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan cara ditembak dan dipanah.
Menurut informasi, korban bernama M. Kholil (22), lelaki asal Madura yang kesehariannya sebagai tukang ojek di Puncak Jaya. Saat dibunuh, korban baru saja mengantar penumpang dengan menggunakan motornya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol, AM Kamal ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), Jumat (4/8) tadi malam membenarkan kejadian pembunuhan terhadap seorang tukang ojek ini. Menurutnya, kejadian terjadi sekira pukul 14.50 WIT di Jalan Mewoluk, Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. Di mana pelaku pembunuhan ini diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Kami ikut prihatin dengan kejadian pembunuhan tukang ojek oleh KKB, kepada masyarakat yang tidak bersalah. Apalagi almarhum hanya mencari nafkah sebagai tukang ojek, namun kenyataanya dibunuh dengan cara yang sadis," ucap Kamal.
Terkait dengan kronologi kejadiannya, kata Kamal, sekitar pukul 13.30 WIT, lelaki asal Madura itu menggunakan Motor bebek Jupiter MX King 150 warna hitam merah. Korban Holil
berangkat dari Mulia untuk mengantar penumpang ke Mewoluk Distrik Mewoluk. Namun setelah balik dan sampai di kampung Yambindugun Distrik Mewoluk, tiba-tiba korban dihadang oleh KKB.
"Setelah dihadang, terjadilah insiden hingga menyebabkan korban mengalami luka panah pada dada sebelah kiri, luka panah bagian perut sebelah kiri dan luka tembak pada bagian belakang telinga sebelah kiri tembus pada bagian kepala belakang dan telinga sebelah kanan," jelasnya.
Lanjut Kamal, mendengar informasi tersebut, pada pukul 15.00 WIT Anggota Polres Puncak Jaya dan Brimob BKO Polres Puncak Jaya berjumlah 40 personel yang dipimpin Kapolres Puncak Jaya dan Wakasat Brimob berangkat ke lokasi kejadian.
"Setiba di TKP, anggota Polres Puja langsung ditembaki oleh KKB. Sehingga anggota langsung membalas dengan tembakan dan terjadi baku tembak kurang lebih 30 menit. Namun, karena waktu menjelang senja maka anggota putuskan untuk mengevakuasi korban. Kami belum mengetahui apakah ada korban dari pihak KKB yang diduga pimpinan Tendison Enumbi," terangnya.
Korban kata Kamal, sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia guna dilakukan visum. Rencana
nya, Sabtu (5/8) hari ini akan diterbangkan ke kampung halamannya di Pasuruan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
