Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2017 | 14.55 WIB

Kiper Martapura Diskors 10 Pertandingan

KENA BATUNYA: Kiper Martapura FC Ali Budi Raharjo pada laga melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 27 Juli. - Image

KENA BATUNYA: Kiper Martapura FC Ali Budi Raharjo pada laga melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 27 Juli.

JawaPos.com- Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman setimpal terkait dengan insiden yang terjadi pada laga lanjutan Liga 2 antara Persebaya Surabaya melawan Martapura FC. Pertandingan yang dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) itu berlangsung dalam tensi tinggi. Menghasilkan tiga kartu merah dan diwarnai dengan kerusuhan setelah laga.

Tiga pemain Martapura dijatuhi hukuman gara-gara tindakan tidak terpuji di lapangan. Mereka adalah kiper Ali Budi Raharjo, Marshell Gideon Huwae, dan Erwin Gutawa. Ali mendapat hukuman paling berat. Yakni, larangan bermain 10 pertandingan plus denda Rp 10 juta.

Ali memang menjadi ’’bintang’’ pada laga tersebut. Dia tertangkap kamera menginjak paha penyerang Persebaya Rishadi Fauzi. Namun, Ali lolos dari hukuman wasit Yudi Prasojo. Sebaliknya, Rishadi yang bereaksi atas kejadian tersebut diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Bukan hanya itu, Ali juga berulah di luar lapangan. Ketika hendak masuk ruang ganti, pemain 24 tahun tersebut melemparkan botol ke tribun penonton. Setelah itu, Ali terlibat adu jotos dengan salah seorang kru pengisi acara. Aksi tidak terpuji Ali memancing amarah penonton yang kemudian melemparkan botol ke lapangan.

Lain halnya dengan Erwin dan Marshell. Keduanya dilarang bermain dalam tiga pertandingan dan denda Rp 10 juta. Erwin mendapat kartu merah karena menanduk bek Persebaya Abdul Azis hingga tersungkur pada menit ke-36. Sedangkan Marshell diusir wasit karena menyikut gelandang Persebaya Abu Rizal Maulana hingga hidungnya berdarah pada menit ke-71.

Manajer Martapura Ami Said keberatan dengan putusan Komdis PSSI itu. ’’Pekan depan kami mengajukan banding,’’ kata Said saat dimintai konfirmasi Jawa Pos. Menurut dia, hukuman buat Ali terlalu berat. ’’Kalau begitu, seperti pembunuhan karakter,’’ ujarnya.

Sementara itu, kubu Persebaya juga tidak lepas dari sanksi. Pelatih Angel Alfredo Vera dan asisten pelatih Esteban Horacio Busto didenda Rp 10 juta. Keduanya dianggap melakukan protes keras kepada perangkat pertandingan.

Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persebaya juga mendapat hukuman. Komdis menjatuhkan denda Rp 15 juta kepada panpel seiring dengan kelakuan buruk suporter yang melemparkan botol ke lapangan. ’’Hukuman ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Ke depan, pemain, pelatih, dan semua anggota tim harus bisa mengendalikan diri di lapangan,’’ kata Direktur Tim Persebaya Candra Wahyudi.

Sidang Komdis PSSI digelar Kamis (3/8) dan diikuti lima orang. Yakni, Asep Edwin Firdaus (ketua), Umar Husin (wakil ketua), serta tiga anggota. Yakni, Dwi Irianto, Yusuf Bachtiar, dan Eko Hendro. (nap/dit/c4/ca)

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore