
Ilustrasi
JawaPos.com - Kelangkaan garam dan melambungnya harga komoditas itu di tengah pasar membuat masyarakat kalang kabut. Para pemangku kebijakan diminta untuk menurunkan ego sektoral agar harga garam kembali normal.
Ekonom Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya mengungkapkan, melonjaknya harga garam karena produksi menurun sedangkan permintaan tetap tinggi. Kebijakan impor garam yang dikemukakan oleh pemerintah hanyalah sebuah solusi jangka pendek. Namun setelah itu ada kebijakan yang bisa meningkatkan produksi garam.
"Solusi jangka pendek ya impor tapi harus jadi target kebijakan sistematis untuk tingkatkan kapasitas produksi dalam 2-3 tahun ke depan,” kata Berly kepada wartawan, Jumat (4/8).
Menurutnya, untuk mendongkrak jumlah produksi garam diperlukan kebijakan sistematis disertai teknologi dan manajemen yang baik. Dia meminta lokasi tempat produksi juga perlu diperhatikan. Jika tempat produksi jauh dari lokasi pembeli, harga jual akan mahal, karena biaya transport jauh.
Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menambahkan, sebenarnya pemerintah sudah memiliki program untuk petani garam. Yakni program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Namun, implementasinya tidak berjalan maksimal.
"Program ini yang tak jalan. Realisasi bantuan tidak pernah mencapai 100 persen, target produksi garam dari PUGAR hanya 51,4 persen dari target. Jadi, programnya sudah ada, tetapi tidak serius diawasi pemerintah," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku impor garam sebanyak 75 ribu ton dari Australia terpaksa dilakukan. Pemilihan impor dari Australi, karena jarak tempuhnya yang relatif singkat. Sehingga mempercepat garam sampai di Indonesia.
"Kita semua berharap ke depannya Indonesia dapat swasembada garam, dan menjadi negara yang berdirikari," tandasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
