
Ilustrasi
JawaPos.com - Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus 1,2 juta pil ekstasi yang terungkap di Tangerang, Banten. Barang haram ini berasa dari Belanda dan dikendalikan Aseng yang kini ada di Lapas Nusakambangan.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto menerangkan, saat ini pihaknya tengah memeriksa Aseng do Lapas Nusakambangan. Pemeriksaan langsung dilaksanakan setelah Dirjen Pemasyarakatan memberikan izin kepada Bareskrim.
"Surat kita ke Dirjen Pas Menkumham disetujui untuk melakukan pemeriksaan tersangka Aseng," kata dia, Jumat (4/8). "Saat ini tim penyidik sudah tiba di LP Nusakambangan dan pemeriksaan tengah berlangsung," sambung Eko.
Tidak hanya itu, penyidik juga berencana membawa Aseng ke Jakarta guna mendapat penjelasan lebih lanjut. "Rencana akan kami bawa ke Jakarta," tambah dia.
Diketahui, meski ada di penjara, Aseng tetap bisa melakukan aksinya yang diduga merupakan jaringan narkotika internasional. Aksi bandar besar Narkoba itu terungkap setelah Satuan Tugas Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 120 bungkus narkotika jenis ekstasi dari Belanda oleh sindikat jaringan Eropa.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
