Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Agustus 2017 | 16.10 WIB

Dumolid Jadi Obat Penenang Favorit Para Artis, Ini Alasannya

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Profesi artis sangat rentan terhadap sejumlah gangguan psikis. Mulai dari gangguan kecemasan, gelisah, hingga sulit tidur atau insomnia. Tuntutan untuk selalu tampil prima dan gaya hidup yang serba glamour, membuat para pesohor layar kaca menggunakan beragam cara.


Lebih parah lagi mungkin bisa mengalami depresi. Kesepian dan merasa sedih setiap malam. Karena itu, lagi-lagi artis selalu terjerat narkoba.


Tujuannya jelas, ingin mengatasi rasa depresi secara instan. Padahal yang mereka rasakan hanya ketenangan semu.


“Artis Tora Sudiro gunakan Dumolid, itu pil penenang antidepresan untuk mengatasi kecemasan, gelisah, dan susah tidur,” kata Dekan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Mahdi Jufri, kepada JawaPos.com, Kamis malam (3/8).


Mahdi menjelaskan apapun jenisnya, obat penenang akan memberikan efek dampak buruk bagi penggunanya. Apalagi jika digunakan dalam jangka panjang.


Dalam kasus Tora Sudiro, betulkah dia begitu depresi sampai harus mengonsumsi obat-obatan? Sebab selain Tora, belakangan semakin banyak artis dalam jeda waktu sepekan saja tertangkap polisi. Apakah artis memang rentan menggunakan obat-obatan terlarang karena tuntutan profesi dan kehidupannya?


“Kalau harus mengikuti depresi sih ya, atau stres, bukan hanya artis. Wartawan juga stres tiap hari dikejar target, saya juga sebagai dekan stres juga. Itu tinggal bagaimana kita bisa memanaje diri. Karena apapun tekanannya, obat penenang tidak baik,” ungkap Mahdi.


Obat-obatan Dumolid adalah golongan obat penenang yang nama generiknya nitrazepam.


Dumolid termasuk ke dalam kelas obat Benzodiazepin. Memang obat penenang itu sudah lama disalahgunakan oleh anak muda sejak lama.


Namun semakin ditinggalkan seiring berkembangnya zaman dan tren obat-obatan lainnya.


“Yang namanya psikotropika, efeknya pasti kecanduan. Yang dirasakan tenang, enak, dan bisa ngefly. Namun itu hanya semu yang makin lama makin kecanduan. Karena merusak susunan saraf pusat. Sehingga berbahaya jika tak ada resep dokter,” jelasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore