Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2017 | 16.15 WIB

Disorot Ketua BK, Oknum Anggota DPRD Lempar Gelas

Anggota DPRD Malut Amin Drakel akhirnya berdamai dengan Ketua BK DPRD Malut Ridwan Tjan - Image

Anggota DPRD Malut Amin Drakel akhirnya berdamai dengan Ketua BK DPRD Malut Ridwan Tjan

JawaPos.com - Kelakuan dua anggota DPRD Malut ini sungguh memalukan. Berawal dari sorotan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Malut Ridwan Tjan terhadap ketidakhadiran anggota DPRD Malut Amin Drakel dalam beberapa kali rapat komisi dan paripurna, keduanya nyaris berujung adu jotos.


Beruntung cepat dilerai angota komisi IV lainya sehingga tidak sampai pada kontak fisik. Meski begitu, Amin sempat melayangkan gelas namun tidak sampai mengenai Ridwan. Gelas tersebut hanya jatuh di depan Ridwan. Peristiwa tersebut terjadi di ruangan Komisi IV DPRD Malut, Selasa (1/8).


Dilansir dari Malut Post (Jawa Pos Group), ketegangan keduanya terlihat sejak di jembatan Residen Ternate menjelang keberangkatan menuju Sofifi. Amin Drakel terlihat marah dan sempat mengeluarkan kata-kata tidak etis. Hanya saja, ucapan Amin dilayani Ridwan karena lebih duhulu berada dalam speedboat.


Saat sampai di pelabuhan Galala dan seluruh rombongan anggota naik ke bus menuju kantor, situasi kembali tegang. Pasalnya kedua sempat mengeluarkan pernyataan saling sindir, namun suasana ketegangan cepat mencair karena Wakil Ketua DPRD Ishak Nasir berhasil mengalihkan perhatian keduanya.


Meski begitu, emosi keduanya ternyata belum turun. Saat bus tiba di depan kantor dan semua anggota menuju ke ruang komisi, hanya berselang kurang lebih lima menit, langsung terjadi keributan. Amin dan Ridwan nyaris kontak fisik. Amin yang sebelumnya berada di ruang Komisi IV langsung diboyong keluar ke ruang Komisi II.


Dalam situasi yang panas, Ishak langsung menggelar rapat dengan memanggil semua angota BK, ketua fraksi dan perwakilan partai untuk melakukan rapat bersama. Sayangnya rapat dilakukan tertutup, sehingga tidak diketahui oleh wartawan. Rapat berlangsung kurang lebih 1 jam stengah, dan keduanya kembali saling damai dan berpelukan.


Ishak Nasir yang memimpin rapat tersebut kepada Malut Post mengaku, dalam proses rapat tersebut ada dua masalah yang diselesaikan. Pertama, menyelesaikan secara kekeluargaan dan secara institusi perselisihan antara Amin dan Ridwan.


Untuk peran BK, kata dia, selama ini belum berjalan maksimal. Karena itu, pihaknya akan menyurat ke BK untuk mengevaluasi kehadiran seluruh angota DPRD, khususnya selama tahun 2017. Jjika ternyata dalam kehadiran masing-masing anggota ada yang harus diberikan sanksi sesuai tata tertib, maka BK wajib hukumnya memberikan sanksi. “Apakah sanksi teguran maupun sampai sanksi lainnya, semua tergantung BK,"ungkapnya politisi Partai Nasdem tersebut.


Ketua BK Ridwan Tjan mengaku akan menggelar rapat dengan mengevaluasi seluruh daftar kehadira tahun 2017. Setelah itu, jika ada anggota yang lalai langsung diberikan surat teguran pada pimpinan fraksi atau partai. "Evaluasi dilakukan secara keseluruhan, tidak hanya pada oknum tertentu. Dan hasil evaluasi akan disampaikan kepada publik biar masyarakat tahu siapa saja anggota yang tidak sering melaksanakan tugas,” ujarnya.


“Penegakan disiplin ini juga penting, mengingat perda tentang hak keuangan telah disahkan. Artinya, hak yang diterima DPRD semakin tinggi, tentu harus dibarengi dengan kinerja. Siapa yang tidak bekerja harus dievaluasi," tukasnya.

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore