Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2017 | 11.45 WIB

Ekonom UGM Beberkan Syarat Redenominasi

Ekonom UGM Tony Prasetiantono - Image

Ekonom UGM Tony Prasetiantono

JawaPos.com - Wacana redenominasi terus bergulir. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah menyebut jika wacana tersebut ditunda untuk saat ini. Penundaan tersebut dipertanyakan karena saat ini dianggap sebagai momen yang tepat karena perekonomian tengah stabil.


Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono sepakat dengan keputusan Sri Mulyani. Butuh pertimbangan matang sebelum melakukan eksekusi pada redenominasi.


Saat ini, satu hal yang telah siap adalah kondisi ekonomi yang tengah stabil.


"Redenominasi, yang dibutuhkan redenominasi itu yang dibutuhkan kondisi ekonomi harus stabil. Karena kalau tidak akan memberikan respon beragam dan negatif," ujarnya di Jakarta, Rabu (2/8).


Sebagai contoh, saat membeli produk yang biasanya Rp 100 ribu per item, kini menjadi Rp 100 saja. Semakin kecil angkanya ternyata justru dimanfaatkan untuk menaikan harga barang menjadi Rp 150 per item. Hal itu akan berakibat pada terjadinya inflasi.


"Contoh misalnya saya punya produk seharga Rp 100 ribu, ketika redenominasi mestinya harganya menjadi Rp 100. tapi karena saya oportunis maka saya menacoba mengubah harga menjadi 150 artinya inflasi 50 persen," kata dia.


"Jadi redenominasi yang paling sulit itu sosialisasi, dan disiplin para pelaku ekonomi untuk tidak main main dengan angka itu," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore