
Ilustrasi
JawaPos.com- Sambil menggendong balita berusia 2 tahun yang tubuhnya gosong, Subandi, sang ayah, terus sesenggukan. Bayi tersebut adalah putrinya, Nada Amanda Prabandi, yang tewas terbakar pada Selasa malam (1/8) Wringinanom, Gresik.
Kebakaran terjadi dengan begitu tragis. Sekitar pukul 19.20 malam itu, Subandi, 39, tengah pergi ke salah satu minimarket. Jaraknya mencapai 1 kilometer dari rumah. Istrinya, Ika Dwi Pertiwi, 36, ditinggal saat sedang memasak di dapur.
Nah, saat itu, anak bungsu mereka, Niko Prabandi, 8 bulan, rewel. Ika pun bermaksud mengeloni Niko di kamar. Mereka tidur bertiga: Ika, Niko, dan Nada. Anak pertama mereka, Najuwa Prabandi, 3, sedang bermain di ruang tamu. Saat ditinggal tidur itu, kompor gas di dapur masih menyala.
Saksi menyatakan, asap mulai mengepul dari dapur. Api kemudian muncul dan membara dengan cepat. Dinding kayu di rumah tersebut terbakar habis. Para tetangga pun cepat-cepat menggedor pintu untuk membangunkan keluarga Subandi. Namun, tidak ada yang mendengar.
”Kami putuskan mendobrak pintu,” kata Imin, tetangga Subandi. Ika baru terbangun. Namun, si jago merah telanjur membara. Ika yang baru bangun cepat-cepat menuju ke luar rumah. Dia menggendong Niko. Si sulung, Najuwa, pun ikut menyelamatkan diri bersama sang bunda.
Dengan cepat, api meludeskan seluruh bangunan. Rumah terkepung. Saat itulah, Ika sadar putri kesayangannya, Nada, tertinggal di dalam kamar. Ika ingin masuk. Ibu mana yang tega membiarkan nyawa anaknya terancam. Dia ingin segera masuk lagi untuk menyelamatkan si buah hati.
Namun, sejumlah warga mencegahnya. Sebab, api sudah mengepung hampir seluruh bangunan semipermanen itu. Nyawa Ika justru bisa terancam. Warga berupaya memadamkan api dengan air menggunakan alat seadanya seperti ember dan timba. Namun, usaha tersebut sia-sia. Si jago merah semakin besar.
Lima mobil kebakaran dari Pemkab Gresik, Sidoarjo, dan PT Temprina (Jawa Pos Grup) tiba di lokasi kejadian. Tidak lebih dari 10 menit kemudian, petugas damkar berhasil memadamkan api.
Setelah itu, petugas damkar serta anggota Polsek dan Koramil Wringinanom melakukan evakuasi. Balita Nada sudah tidak bernyawa. ”Waktu kami temukan, korban telah meninggal,” kata Danramil Wringinanom Kapten Zainuddin. Kabar tersebut kontan membuat ibu-ibu menangis. Mereka iba melihat jenazah Nada yang dievakuasi dari dalam rumah. Kondisinya mengenaskan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
