Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2017 | 06.21 WIB

Anak Jalanan Belajar Menulis dan Membaca di Banjir Kanal Barat

Kegiatan #ayomenulis dari Standardpen. - Image

Kegiatan #ayomenulis dari Standardpen.


JawaPos.com - Momen belajar menulis dan membaca belum sepenuhnya didapat secara maksimal oleh semua anak-anak Indonesia. Bahkan anak di daerah perkotaan pun hampir kehilangan waktu yang menjadi hak mereka, terutama anak-anak jalanan di kota metropolitan seperti Jakarta.


Mencermati kondisi tersebut, produsen alat tulis asli Indonesia, Standardpen Industries melakukan gerakan #ayomenulis. Kampanye ini dilakukan dengan menggelar sejumlah kegiatan guna menghadirkan kembali kesempatan yang menjadi hak anak-anak Indonesia untuk belajar menulis dengan tangan dan juga membaca sejak dini.


Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengajak anak-anak jalanan dari keluarga pemulung yang mendiami bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Tanah Abang, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu. Kegiatan ini juga sebagai rangkaian memperingati Hari Anak Nasional dan menyambut bulan Kemerdekaan Indonesia.


Kegiatan belajar menulis sembari bermain itu diikuti dengan antusias yang tinggi oleh anak-anak jalanan di bantaran sungai Banjir Kanal Barat. Semangat itu terlihat saat menuliskan cita-cita mereka. Kendati berlatar belakang keluarga tidak mampu, anak-anak jalanan ini tetap mempunyai cita-cita yang tinggi.


Seperti Anton, anak pemulung yang kini mengenyam pendikan kelas dua SD, di masa depanya kelak ingin membela negara dengan menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).


"Saya ingin menjadi ABRI," kata Anton sembari memperlihatkan tulisan cita-citanya pada secarik kertas yang kemudian ditempelkan pada media yang disiapkan Standarpen pada dinding pembatas tanggul Banjir Kanal Timur.


Cita-cita mulya juga diungkapkan Gresha. Siswa kelas empat SD itu mengaku ingin menjadi seorang dokter. "Kalau aku mau jadi pilot,” sambung Ahmad yang juga ikut hadir di antara teman-teman sebayanya.


Selain belajar menulis, anak-anak jalanan di bantaran sungai Banjir Kanal Barat juga diajak untuk belajar mengenal peta Indonesia. Mereka diajak untuk mengenal daerah asal dari orangtuanya, juga pulau-pulau yang ada di tanah air. Di saat bersamaan, anak-anak juga diajari untuk mengenal nama-nama ikan, seperti yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam setiap kesempatan kunjungannya ke daerah-daerah.


Ajakan #ayomenulis dalam kegitan tersebut juga disertai dengan pembagian bulpoin dan buku tulis. Ini merupakan bagian dari kegiatan Satu Juta Bolpoin Untuk Anak Indonesia yang telah dibagikan dari pinggiran kota dari Barat hingga Timur Indonesia. Diantaranya; Gunung Sinabung, Sumatera Utara, Madura, Pulau Bawean, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Pati, Malang, Lamongan, Gunung Slamet, Kulonprogo Yogyakarta, Pandeglang, Serang Banten, Flores (Maumere, Ende, Bajawa), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa Besar, Tambora) dan Bulukumba Sulawesi Selatan, dan lainnya.


Dalam rangkaian kegiatan itu, anak-anak juga diberi sosialisasi mengenai kampanye Cinta Produk Indonesia. Tujuannya mengenalkan anak-anak untuk menggunakan produk dalam negeri.


"Mengenalkan anak-anak untuk menggunakan produk dalam negeri yang berkualitas tidak mudah, karena adanya mindset produk luar negeri lebih branded dibandingkan produk lokal," kata CEO PT Standardpen Industries Megusdyan Susanto. (ded)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore