
Kapolri Tito Karnavian
JawaPos.com - Untuk memudahkan pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, tim investigasi dibentuk. Tim ini berisikan anggota Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, penggabungan ini bukan tanpa alasan. Karena memang kepercayaan publik kepada KPK jauh di atas Polri.
"Karena teman-teman KPK cukup kredibel. Kalau seandainya dibentuk tim gabungan independen kan sifatnya mencari fakta bukan melakukan investigasi, kalau mencari fakta, beda dengan investigasi," kata dia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (31/7).
Menurut dia, investigasi itu lebih mendalam lagi daripada hanya mencari fakta. Jangkauannya juga kata Tito, bisa sampai ke data-data mentah bukan data supervisial.
“Selama ini juga saya kira tim Polri bekerja, oke kalau mungkin dianggap kurang kredibel saya kira tim dari KPK sangat dipercaya publik dan kredibel. Oleh karena itulah kita pikir kenapa tidak digabungkan antara Polri dan KPK supaya bergerak bersama sama," papar dia
Karena itu, sebaiknya kata dia, masyarakat harus percaya kepada institusi, baik Polri dan KPK, bukan salah satunya saja yang dipercaya.
"Kami akan umumkan nanti dengan harapan ada feed back dari publik kepada kami yang kedua tim kami akan bekerja untuk mencari siapa orang ini," tambah jenderal bintang empat ini.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
