Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juli 2017 | 21.55 WIB

KBRI Nairobi Siapkan Evakuasi Antisipasi Kerusuhan Pemilu di Kenya

Presiden Uhuru Kenyatta saat dinyatakan sebagai pemenang pemilu - Image

Presiden Uhuru Kenyatta saat dinyatakan sebagai pemenang pemilu

JawaPos.com - Suhu politik di Kenya semakin memanas menjelang pemilu serentak yang akan diadakan 8 Agustus 2017. Dua kubu calon presiden sama-sama menabuh genderang perang. Sejumlah lembaga polling di Kenya menyatakan kekuatan incumbent Uhuru Kenyatta dan lawannya, Raila Odinga saat ini berimbang.



Duta Besar Indonesia di Nairobi Soehardjono Sastromihardjo mengatakan KBRI terus memantau perkembangan situasi keamanan di Kenya menjelang pemilu. ''Kondisinya sangat rawan. Kami menyiapkan evakuasi bagi warga negara Indonesia di Kenya,'' kata Soehardjono saat ditemui Jawa Pos di KBRI Nairobi.



Jumlah warga di Indonesia di Kenya, kata Soehardjono, sekitar 150 orang. Itu termasuk keluarga KBRI. Mereka tersebar di Nairobi, Mombasa, dan Eldoret. Pihak KBRI telah menghubungi semua WNI dan meminta mereka tinggal sementara di KBRI menjelang Pemilu. Soehardjono berharap pada 6 Agustus semua WNI sudah berada di Nairobi. ''Kami siapkan tempat di kantor KBRI. Kalau tidak cukup bisa di Wisma KBRI,'' katanya.



Ada kemungkinan tidak semua WNI bisa dievakuasi. Soehardjono lantas mencontohkan ada suster dari Indonesia yang berada di Eldoret masih menuggu izin dari atasannya. Mereka juga bingung dengan nasib calon suster di sana bila meninggalkan Eldoret. Untuk kasus seperti itu, pihak KBRI tidak bisa memaksa. 



KBRI merasa perlu melakukan langkah antisipasi mengingat kerusuhan besar terjadi pada pemilu 2012. Saat itu data resmi menyebutkan kematian mencapai 1500 orang. Namun data tidak resmi yang beredar menyebut angka dua kali lipatnya. 



Potensi kerusuhan terjadi setelah penghitungan suara. Diperkirakan, penghitungan suara akan berakhir pada 9 Agustus. Penghitungan suara dilakukan secara elektronik. Dua kubu juga memiliki tim IT untuk memantau pelaksanaan penghitungan tersebut.  ''Tentu kami berharap pemilu Kenya berakhir damai. Tapi kami tidak ingin ada WNI yang terjebak ketika terjadi situasi keamanan yang tidak kondusif,'' ujarnya.



Berita-berita di televisi dan koran di Kenya memang gencar memberitakan kampanye dua calon presiden ini. Kubu Raila menantang Uhuru untuk melakukan debat terbuka. Namun Uhuru menolak karena baginya debat hanya membuang-buang waktu. Anak dari presiden pertama Kenya Jomo Kenyatta itu memilih turun ke daerah-daerah untuk menyapa rakyat. 



Selain harus mendapatkan suara minimal 51 persen, presiden terpilih juga setidaknya meraih 25 persen suara di 24 countie. Pemilu Kenya juga memilih anggota parlemen, senator dan gubernur. Tidak heran bila Nairobi dan kota-kota lain di Kenya penuh dengan baliho dan tanda gambar peserta pemilu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore