
Ilustrasi
JawaPos.com - Rencana perekrutan 'Pak Ogah' untuk membantu mengatur arus lalu lintas masih terus dikaji. Polisi ingin tahu sejauh mana mereka membutuhkan Pak Ogah untuk meminimalisir kemacetan yang ada di Jakarta.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra mengatakan, kepolisian nantinya akan mengkoordinir Pak Ogah. Namun masalah penggajian, DPRD DKI Jakarta menyarankan agar Pak Ogah menjadi PPSU (Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum) agar digaji pemda.
"Lebih bagus lagi (menjadi PPSU) karena itu ada anggarannya dari Pemda, kalau pemda kan sudah memberikan honor harian kepada itu," kata dia ketika dikonfirmasi, Kamis (27/7).
Nantinya bila Pak Ogah ini akhirnya dilakukan oleh PPSU, tugasnya adalah mengatur saja. Bukan untuk menindak pengguna jalan.
"Hanya mengatur, tidak ada yang lebih dari pada itu, namanya dia latar belakangnya, karena dia sudah mengatur kita berdayakan jika dia ingin iikut berpartisipasi. Dalam pasal 256 sudah disebutkan hak dari pada masyarakat," papar dia.
Namun bila hal itu tidak terwujud dan Polri tak ada anggaran untuk itu, maka Pak Ogah ini hanya akan berharap balas jasa dari pengguna jalan. "Paling pahitnya dia terima balas jasa dari pada pengguna jalan yang mau mutar di jalan, kan ini karena sukarelawan namanya supertas sukarelawan pengatur lalu lintas dia sukarela untuk mengatur lalu lintas," sambung dia.
Ketika disinggung hal itu melangE perda karena Pak Ogah sebenarnya dilarang, menurut Halim Pak Ogah bisa disebut melanggar undang-undang bila meminta uang secara paksa. Bahkan bisa dikenakan pidana.
Nanti bila benar terealisasi Pak Ogah, maka yang menjadi pengawas adalah seluruh masyarakat. Bila terjadi pelanggaran di jalan harus segera dilaporkan ke polisi.
Halim menambahkan, Pak Ogah ini nantinya akan dipakaikan ID card sebagai pengenal di lapangan dan dia resmi. "Insya Allah rencana begitu, dengan adanya ini kan sudah didatakan sama polisi kalau dia lakukan pelangaran sudah terdaftar," tukas dia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
