
Parsebaya membalas kekalahan pada pertemuan di kandang Martapura dengan meraih kemenangan 2-0 di Stadion Gelora Bung Tomo.
JawaPos.com - Persebaya Surabaya membayar lunas kekalahan atas Martapura FC di putaran pertama. Green Force -julukan Persebaya menghancurkan Laskar Sultan Adam dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Kamis (27/7) malam. Pertandingan ini berjalan sangat panas. Tiga kartu merah keluar dari kantong wasit Yudi Prasojo.
Pressing ketat dari tim Martapura FC membuat Persebaya kesulitan untuk mengembangkan permainan di awal pertandingan. Serangan Persebaya yang kerap diawali dari rusuk kanan pertahanan Martapura FC juga sering kali patah sebelum masuk kotak 16 meter.
Publik tuan rumah bersorak ketika Rishadi Fauzi menggetarkan gawang Martapura FC pada menit kesepuluh. Namun wasit menganulir gol tersebut karena menganggap Fauzi menggunakan tangannya untuk mencetak gol. Mantan pemain Sriwijaya FC akhirnya diganjar kartu kuning.
Sepak bola kasar diperagakan pemain Martapura FC Sandi Pratama. Sandi yang frustasi karena kehilangan bola, mencurahkan emosinya dengan melanggar pemain Persebaya. Ia menjadi biang keladi saat sengaja menendang Andri Muliadi pada menit ke-15. Sayang, wasit tak membiarkan aksi tersebut.
Sandi juga sempat berusaha untuk mencederai Abdul Aziz hingga dua kali. Lagi-lagi wasit membiarkan aksi tidak sportif pemain bernomor punggung 21 ini. Akibat aksinya tersebut Sandi mendapat cemooh dari seisi stadion. Tiap kali ia menyentuh bola, penonton langsung meneriakinya.
Organisasi pertahanan Martapura FC yang sangat kuat membuat Persebaya sangat kesulitan untuk menembusnya. Pergerakan winger Irfan Jaya dan Yogi Novrian juga seolah terkunci.
Shot on target pertama untuk Persebaya baru tercipta di menit ke-30. Namun tembakan keras mendatar dari Fandry Imbiri mampu diamankan dengan mudah oleh kiper Ali Budi Raharjo. Ali Budi tampil gemilang saat menggagalkan empat tembakan on target Persebaya secara beruntun di menit ke-32. Irfan, Yogi, Fauzi dan Misbakhus Solikin harus gigit jari karena tendangannya berhasil di blok Ali Budi.
Bukan hanya Sandi Pratama, pemain Martapura FC lain yang bertindak tidak sportif adalah Erwin Gutawa. Erwin menanduk bek Abdul Aziz pada menit ke-37. Wasit menjatuhkan kartu merah secara langsung untuk pemilik nomor punggung 5 itu.
Tensi pertandingan sempat panas di sepuluh menit menjelang turun minum. Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin leluasa mengepung pertahanan Martapura FC. Sayang tak ada gol yang tercipta hingga berakhirnya babak pertama.
Martapura FC langsung menebar ancaman pada menit ke-48 babak kedua lewat aksi individu Rifan Nahumarury. Peluang yang dikreasi Rifan akhirnya digagalkan kiper Dimas Galih Pratama. Sempat menyengat di awal babak kedua, Martapura FC langsung mengambil sikap untuk bermain bertahan. Mereka parkir bus dengan menumpuk seluruh pemain di lini belakang.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan Persebaya. Mereka mengepung Martapura FC hingga sepertiga lapangan. Demi menambah kreativitas di lapangan tengah, Persebaya menurunkan Rendi Irwan Saputra di menit ke-65. Rendi merumput menggantikan Yogi Novrian.
Sepakan bebas Irfan Jaya membuat Persebaya membuka keunggulan di menit ke-68. Tendangannya dari sisi kiri pertahanan Martapura FC meluncur deras ke gawang. Kiper Ali Budi mencoba terbang untuk menghalau bola. Namun usahanya kali ini berbuah kegagalan.
Pertandingan terhenti di menit ke-74 saat salah seorang pemain Persebaya Abu Rizal Maulana tergeletak di lapangan usai dilanggar dengan keras oleh penggawa Martapura FC Gideon Marshell Huwae pada menit ke-74. Putra pelatih Frans Sinatra Huwae juga menerima kartu merah langsung dari wasit Yudi Prasojo.
Martapura FC merespons kartu merah itu dengan aksi mogok main. Nampak ada instruksi dari pelatih dan official kepada para pemain untuk menepi ke depan bench pemain cadangan. Setelah sempat terhenti selama enam menit, pertandingan kembali dilanjutkan.
Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin menggila. Green Force menggandakan keunggulan 2-0 melalui gol Oktafianus 'Ofan' Fernando pada menit ke-86. Tendangan Ofan dari sudut sempit gagal dibendung kiper Ali Budi Raharjo. Tertinggal dua gol memaksa Martapura FC bermain terbuka di pengujung babak kedua.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
