Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juli 2017 | 01.07 WIB

Babak Baru Industri Game Lokal Dimulai

Kerja sama CAKRA dengan True Axion Interactive (Akademi dan Studio). - Image

Kerja sama CAKRA dengan True Axion Interactive (Akademi dan Studio).

JawaPos.com - Era digital mendorong industri game dan kreatif di Indonesia berkembang pesat. Namun seberapa besar para pelaku industri game dalam negeri mampu bertahan dari gempuran asing.


Berdasarkan data riset Newzoo, pasar game Indonesia terhitung sangat menjanjikan. Pada tahun 2015, game Indonesia mencetak pendapatan USD 321 juta dan naik secara cepat menjadi USD 704 juta pada akhir 2016.


Tahun ini, sepanjang semester awal 2017 pasar game Indonesia sudah hampir menyentuh angka USD 900 juta dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) naik 200 persen setiap tahun dari tahun 2015. Angka ini merupakan angka tertinggi di dunia. CAGR sendiri dianggap menjadi pengukuran yang lebih relevan dalam dunia ekonomi kreatif di negara-negara maju.


Dari besarnya potensi pasar industri game di Indonesia, porsi kue yang dikuasai pengembang lokal ternyata hanya kurang dari 1 persen. Kualitas kemampuan sumber daya manusia, daya saing industri hingga skema program dan target pemerintah yang masih berada di wilayah abu-abu terutama untuk industri game Indonesia.


"Kami CAKRA (Cipta Kreasi Indonesia) selaku Asosiasi Industri Kreatif di Indonesia menyadari apabila hal ini tidak ditangani dengan cepat akan berdampak ketertinggalan perekonomian Indonesia secara signifikan di masa depan, khususnya industri kreatif dan game," tegas Founder dan Kepala Bidang Games CAKRA Ivan Chen dalam keterangan tertulis, Kamis (27/7).


Tidak ingin hal itu terjadi, CAKRA menginisiasi kerja sama dengan True Axion Interactive (Akademi dan Studio) yang merupakan pemain global untuk meningkatkan daya saing dan kompetensi pengembang-pengembang lokal hingga mampu berbicara di kancah nasional maupun global. Pihaknya membentuk suatu ekosistem positif dengan membangun kolaborasi lintas sektor ekonomi kreatif dan melibatkan berbagai pihak terkait hingga dapat mempercepat akselerasi industri kreatif Indonesia.


"Pada akhirnya inisiasi ini kami harapkan dapat mendukung program pemerintah mencapai 50 persen kontribusi pengembang lokal di industri pasar game dan kreatif Indonesia pada tahun 2020," katanya.


Kerja sama antara kedua pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan mengedepankan program unggulan “1000 IP”. Kerja sama ini membuka luas kesempatan transfer teknologi dan proses manajemen selain tentunya membuka akses ke pasar internasional.


“Secara kapabilitas Indonesia tertinggal cukup jauh dari negara lain, kami mengamati perkembangan beberapa tahun terakhir ini dan menyadari Indonesia memiliki potensi luar biasa besar di industri game, diharapkan dengan berjalannya program 1000 IP pengembang lokal mampu menguasai tidak hanya pasar Indonesia namun juga mendapat akses ke pasar global”, tambah Ivan.


Pasar Industri game pada tahun 2017 diperkirakan akan mencapai pendapatan global sebesar USD 106.700 juta. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan gabungan pendapatan gabungan musik dan film yang lebih dekat dengan masyarakat umum.


Chairwoman and CEO True Axion Interactive, Boonyawattanapisut menyadari Asia Tenggara akan menjadi battleground berikutnya di peta industri video game. "Salah satu yang kami pilih adalah Indonesia dengan membantu pengembang lokal naik ke level berikutnya yakni bertaraf dan bersertifikasi internasional hingga mampu mengisi posisi strategis di dunia global,” paparnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore