
PEDULI ANAK: Dirut Jawa Pos Koran Azrul Ananda mendonasikan hasil penjualan bukunya kepada Unicef. Komitmen itu ditegaskan kepada Zainul Alim perwakilan dari Unicef Surabaya pada launching Happy Wednesday Top 40 di Lounge XXI Ciputra World Surabaya.
JawaPos.com- Sebanyak 40 tulisan terpilih kolom Happy Wednesday dipilih Direktur Utama PT Jawa Pos Koran Azrul Ananda sebagai kado ulang tahunnya yang ke-40. Kumpulan tulisan yang muncul di Jawa Pos setiap Rabu itu terangkum dalam buku Happy Wednesday Top 40 Wkwkwkwk… dan dirilis di XXI Lounge Ciputra World Surabaya Rabu malam (26/7).
Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Jawa Pos Group se-Indonesia, IMA (Indonesia Marketing Association), Surabaya Road Bike Community (SRBC), perwakilan Unicef, serta keluarga dan sahabat. Lagu tema serial The Big Bang Theory mengawali acara. Dewo Pratomo, sahabat Azrul, didapuk sebagai host.
Dewo menceritakan awal pertemuan dengan pria kelahiran Samarinda, 4 Juli 1977, itu. Dia mengaku tahu Azrul dari tulisannya seputar Formula 1 (F1). Keduanya bertemu kali pertama di acara nonton bareng F1, 17 tahun lalu.
Bagi Dewo, Azrul adalah referensinya membawakan acara. ”Pelesetan sama guyonan saya banyak yang dibikin dari tulisan Azrul,” ungkapnya. Dia menjelaskan, persahabatan mereka bak yin dan yang. ”Azrul bagian seriusnya, yang mikir-mikir. Saya bagian ngocolnya,” imbuh Dewo disambut tawa undangan.
Tawa di ruangan itu terus terpelihara lewat kisah dua sahabat Azrul yang lain, Jason Tubagus dan Ketua SRBC Khoiri Soetomo. Jason merupakan teman sekaligus roommate Azrul ketika kuliah di California State University Sacramento.
Di awal perkenalan, pria yang kini tinggal di Surabaya tersebut langsung tahu bahwa Azrul mahasiswa cerdas. Selain mahir bertutur dalam bahasa Inggris, Jason mengakui, Azrul punya kemampuan menulis yang sangat bagus. ”Dan pinternya itu terbukti secara akademis. Dia sampai nggak boleh ikut tes TOEFL karena nilainya hampir sempurna. Nggak perlu ngambil, karena percuma,” paparnya.
Jason juga bercerita tentang Azrul yang sempat mengambil kerja paro waktu di kantin kampus. ”Dia termasuk tekun, kerja hampir setahun kalau nggak salah. Bukan karena ngincer duit saja, tapi juga nyari makan gratis,” lanjut Jason, lantas tertawa.
Sementara itu, Khoiri punya cerita berbeda. Dia mulai mengenal ayah tiga anak tersebut pada 2011 atau di era awal Azrul menggilai hobi bersepeda. ”Saya inget sepedanya single gear,” ucapnya. Khoiri sudah mengalami banyak momen bersama Azrul. ”Dia ini hidupnya enak, tapi mau cari ’sengsara’ bersepeda,” lanjutnya.
Ketika ditanya Dewo tentang kelemahan Azrul, Jason dan Khoiri punya jawaban sama. ”Dia itu kalau udah fokus sama satu hal, lupa lainnya,” beber Jason. Khoiri menambahkan bahwa sahabatnya tersebut kerap kebablasan latihan. ”Ndableg dan sulit dikasih nasihat. Kalau sudah sepedaan, suaranya sampai hilang,” ungkapnya.
Setelah komentar sahabat, giliran Azrul mengupas hidupnya. Presiden Persebaya Surabaya itu naik panggung dengan backsound lagu tema Star Wars. Dia mengungkapkan awalnya dia diminta untuk stand-up comedy karena menjadi komika adalah salah satu cita-citanya. ”Saya memang suka humor dan komedi, tapi nggak bisa melucu. Karena saya nggak lucu,” paparnya.
Namun, the show must go on. Di acara dengan tema connecting the dots itu, Azrul menceritakan sisi kehidupannya, yang menurut Dewo bak supermarket lantaran punya banyak isi. Meski beragam, banyak hal yang akhirnya nyambung dengan cara yang unik.
Misalnya ketika menceritakan sepak bola. Azrul kecil terobsesi menjadi pesepak bola. Dia sempat bergabung di klub Indonesia Muda. Dia juga pernah melatih anak-anak SD di Amerika. Namun, hobinya itu kandas ketika dia main di klub karyawan Jawa Pos, Askring (Asal Kringetan).
”Saya cedera parah, sampai otot lutut putus dan harus disambung baut. E, sekarang saya ngurusi sepak bola lagi, di Persebaya,” katanya.
Azrul juga mengisahkan beberapa keisengannya saat bekerja. Meski dikenal serius, Azrul juga terbilang tidak terduga. Beberapa kali mengenakan kostum Darth Vader, lantas berkeliling di venue event yang diadakan DetEksi. ”Nggak ada yang tahu. Enak juga pakai kostum, daripada ditanyai macam-macam, kan?” ucapnya.
Azrul juga dikenal lewat basket dan cycling. Dia sudah menggelar banyak program terkait olahraga-olahraga favoritnya itu. Meraih semua capaiannya tersebut, dia berpegang pada petuah sang ayah Dahlan Iskan. ”Abah bilang, kalau melakukan sesuatu yang total. Perkara hasil, urusan belakang,” tegasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
