Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2017 | 18.00 WIB

Donald Trump Wujudkan Janji Kampanyenya Lagi

SUKSES: Ketua kubu mayoritas senat Mitch McConnell, didampingi Senator  John Cornyn dan Senator John Barrasso, saat jumpa pers. - Image

SUKSES: Ketua kubu mayoritas senat Mitch McConnell, didampingi Senator John Cornyn dan Senator John Barrasso, saat jumpa pers.

JawaPos.com - Berkat Wakil Presiden Mike Pence, Presiden Donald Trump akhirnya bisa mewujudkan janji kampanyenya. Selasa (25/7) Senat Amerika Serikat (AS) sepakat mencabut Affordable Care Act (ACA) alias Obamacare dengan hasil pemungutan suara 51-50. Satu suara yang menjadi penentu kemenangan Partai Republik itu adalah milik Pence. Sebagai Wapres, dia juga otomatis menduduki kursi ketua senat.


Namun, mencabut Obamacare barulah separo janji. Sebab, selain mencabut Obamacare, Trump menjanjikan legislasi baru terkait dengan jaminan kesehatan masyarakat. Yakni, American Healt Care Act (AHCA) alias Trumpcare. Sayang, sampai sekarang, Republik belum satu suara soal undang-undang pengganti Obamacare. Debat di senat terkait dengan Trumpcare diyakini memakan waktu berhari-hari.


’’Kita semua telah berupaya keras untuk mewujudkan semua ini. Mulai menyusun proposal secara tertutup dan hanya berkonsultasi dengan pemerintah, kemudian meyakinkan teman-teman yang meragukan rancangan tersebut, sampai akhirnya sepakat meloloskannya. Semua itu akan terlalu berharga untuk diakhiri begitu saja. Kita tidak boleh menyerah,’’ papar senator John McCain.


Selasa McCain yang sedang menjalani pemulihan kesehatan pascaoperasi pengangkatan gumpalan darah di atas mata kirinya kembali ke Washington. Dia bahkan mengabaikan glioblastoma yang menggerogotinya demi mengegolkan Trumpcare. Pertaruhan senator 80 tahun itu tidak sia-sia. Trumpcare memang akhirnya lolos. Trump pun lantas menyampaikan ucapan terima kasih kepada McCain via Twitter.


Senator Mitch McConnell, ketua kubu mayoritas senat, optimistis Trumpcare disepakati pekan ini. Sejauh ini, rancangan undang-undang kesehatan pengganti Obamacare itu sudah tiga kali diamandemen. Baik oleh 13 senator Republik yang menjadi tim inti penyusun legislasi tersebut maupun oleh komite anggaran senat yang menyoroti dana Trumpcare.


Selasa itu seluruh politikus Partai Demokrat dan politikus independen di senat menolak Trumpcare. Jumlah mereka 48. Tapi, kubu anti-Trumpcare itu diperkuat dua senator Republik. Yakni Susan Collins dan Lisa Murkowski yang memberikan suara no terhadap Trumpcare. Jika rancangan terbaru Trumpcare yang pekan lalu ditentang empat senator Republik itu tak berubah, potensi penolakan kian tinggi.


Lantas, bagaimana jika Republik gagal meloloskan Trumpcare? Sebenarnya, ada tiga opsi yang muncul dalam debat Trumpcare. Yang pertama adalah repeal and replace. Yakni, mencabut Obamacare dan menerapkan Trumpcare. Yang kedua adalah repeal and delay yang memberikan waktu kepada senat untuk meloloskan Trumpcare dalam jangka waktu dua tahun.


Kemudian, yang ketiga adalah skinny bill alias meloloskan Trumpcare ringkas yang hanya berisi poin-poin penting. Sedangkan poin-poin lainnya yang menjadi inti Trumpcare bakal dibahas dan diloloskan secara bertahap. Sejauh ini, opsi ketigalah yang lebih disukai para senator. (*)

Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore