Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juli 2017 | 01.05 WIB

Lima Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. - Image

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus mengancam sejumlah kawasan di tanah air. Pantauan satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN menunjukkan jumlah dan sebaran titik panas (hotspot) akibat karhutla terus meningkat.


Pada 23 Juli terpantau 150 hotspot, kemudian 24 Juli sebanyak 170 hotspot, dan pada 25 Juli meningkat menjadi 179 hotspot. Peningkatan hotspot itu seiring dengan cuaca yang makin kering sehingga hutan dan lahan mudah dibakar. Jumlah hotspot ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015.


Guna mengantisipasi karhutla dan memudahkan dalam penanggulangan bencana asap, maka 5 provinsi langganan telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Yakni Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.


"Penetapan status siaga darurat ini diambil setelah beberapa kabupaten/kota di masing-masing provinsi menetapkan siaga darurat," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Rabu (26/7).


Satgas terpadu dibentuk di masing-masing provinsi untuk mengatasi karhutla. Mulai dari satgas darat, satgas udara, satgas pelayanan kesehatan, satgas penegakan hukum, dan satgas sosialisasi.


Upaya preventif sudah banyak dilakukan, namun luasnya wilayah yang harus dijaga dan terbatasnya sarana prasarana menyebabkan karhutla masih terjadi di beberapa daerah. Sebagian besar penyebab karhutla adalah kesengajaan untuk membuka lahan.


Untuk mendukung operasi karhula, BNPB mengerahkan 18 helikopter pemboman air (water bombing). Sebaran dari 18 helikopter tersebut adalah Riau 5 unit, Sumatera Selatan5 unit, Kalimantan Barat 4 unit, Jambi 2 unit, dan Aceh 2 unit. Dua helicopter pemboman air dioperasikan di Aceh menyusul penetapan siaga darurat di Kabupaten Aceh Barat.


Selain itu, operasi hujan buatan juga di gelar oleh BNPB dan BPPT di Riau dan Sumatera Selatan. Total 68,4 ton bahan semai Natrium Chloride disebarkan ke dalam awan-awan potensial dengan menggunakan pesawat Casa-212 untuk memicu hujan. Sedangkan satgas darat dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, MPA, dunia usaha dan masyarakat terus melakukan pemadaman di darat. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore