Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2017 | 07.12 WIB

Pagi Bertengkar, Siang Udah Gantung Diri, Oh Rindu Sungguh Nasibmu....

ilustrasi gantug diri - Image

ilustrasi gantug diri

JawaPos.com - Warga Desa Lau Gumba, Berastagi, Sumatera Utara digegerkan dengan kasus gantung diri. Korbanya adalah Rindu Murah Sari Br Sipayung, seorang istri dari  Frengki Barasa.


Frengki yang masih berusia 26 tahun itu harus kehilangan istrinya yang masih berusia 18 tahun, hanya karena tak bisa mengontrol emosinya.


Rindu ditemukan tetangga telah tewas tergantung kabel listrik di pintu kamar. Walau posisi kematian Rindu tak lazim layaknya korban gantung diri, tapi pihak kepolisian memastikan korban tewas bunuh diri.


Ditemui di dekat kamar mayat RSU Kabanjahe, sekira pukul 11:45 wib, Frengki menyebutkan jika dia dan Rindu sempat terlibat pertengkaran sebelum dirinya berangkat kerja.


Pagi itu, korban yang bangun lebih dulu, membangunkannya sambil marah-marah. Awalnya omelan sang istri tak digubris. Namun karena tak kunjung bangkit dari tempat tidur, Rindu mulai kasar.


“Terlambat saja kau bangun setiap hari b**i. Bangun kau b**i,” kata Frengki mengulang ucapan korban.


Kata-kata itulah yang membuat dirinya emosi dan langsung menendang istrinya. Tak ingin pertengkaran semakin memanas, Frengki beres-beres lalu bergegas meninggalkan rumah. Buruh bangunan ini memilih langsung ke tempat kerja.


Belum lama beraktivitas, ponsel Frengki berbunyi. Ketika panggilan dijawab, ternyata yang menelepon adalah Anto. Tetangganya tersebut minta diantar pulang karena mendadak sakit.


Mendengar itu, Frengki lantas bergegas ke tempat kerja Anto. Begitu bertemu, mereka pun bergegas pulang. Namun ketika melintasi rumahnya, pria yang telah dua tahun menikah ini melihat warga berkerumun di kediamannya.


Penasaran, dia pun menyempatkan diri menanyakan apa yang terjadi. Saat itulah Frengky baru mengetahui bahwa istrinya meninggal dunia akibat gantung diri.


“Aku tidak menyangka ini terjadi. Padahal, kami cuma bertengkar kecil sebelum aku berangkat kerja,” ujar Frengky saat menunggu mertuanya datang, sembari mengungkapkan jika mereka belum dikaruniai anak.


Tewasnya Rindu pertama kali diketahui tetangganya. Pagi itu, dari dalam rumah terdengar suara mencurigakan. Ingin tahu apa yang terjadi, warga coba mengecek tapi pintu rumah terkunci dari dalam.


Penasaran, warga lalu mengintip dari kaca pintu. Melihat korban tergantung, pintu pun dibuka paksa. Namun nahas. Meski pintu berhasil dibuka, nyawa Rindu tetap tak terselamatkan. 


Kanit Reskrim Polsek Berastagi, Ipda Dedi Ginting ketika dikonfirmasi di Mapolsek menegaskan jika korban murni tewas karena gantung diri.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ada ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Jenasah diserahkan ke pihak keluarga setelah selesai visum dan dibuatkan surat keterangan dari kepolisian.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore