
Calon haji asal Tegal, Jateng.
JawaPos.com - Jamaah calon haji asal Kabupaten Tegal mayoritas lulusan Sekolah Dasar (SD). Jumlahnya mencapai 518 orang dari jumlah total 1.162 orang. Sementara untuk tingkat SMP 140 orang, dan tingkat SMA 227 orang.
Plt Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal Nurrotib mengatakan, berdasarkan jenjang pendidikan calhaj di tahun ini didominasi lulusan SD. Sedangkan profesinya, sebagian besar swasta dan pedagang.
Jumlah pegawai swasta sebanyak 345 orang dan pedagang 252 orang. Sementara calhaj yang berprofesi sebagai petani 159 orang, PNS 210 orang, dan TNI/Polri hanya 11 orang.
"Jumlah total calhaj Kabupaten Tegal sebanyak 1.162 orang. Tapi, yang berangkat ke tanah suci hanya 1.153 orang," kata Nurrotib, usai acara penglepasan jamaah calhaj Kabupaten Tegal di Pendapa Pemkab Tegal, Senin (24/7) pagi. Acara itu dihadiri Wakil Bupati Tegal Umi Azizah dan anggota Forkopimda serta diikuti seluruh calhaj Kabupaten Tegal.
Nurrotib menjelaskan, sebanyak 3 orang lainnya meninggal dunia, dan 6 orang lagi ditunda pemberangkatannya tahun depan. Menurut Nurrotib, usia calhaj di tahun ini cenderung berusia diatas 40 tahun. Jumlahnya mencapai 1.074 orang. Sedangkan usia dibawah 40 tahun, hanya 79 orang. Untuk usia termuda yakni 23 tahun atas nama Izza Ma'arivia warga Desa Adiwerna Kecamatan Adiwerna.
Sedangkan usia tertua 83 tahun bernama Sukardi warga Desa Wangandawa Kecamatan Talang. "Pemberangkatan ini dibagi menjadi 4 kloter (kelompok terbang)," ujarnya kepada Radar Tegal (Jawa Pos Group).
Untuk kloter 6 SOC, lanjut Nurrotib, berangkat pada 28 Juli 2017 pukul 08.30. Kemudian kloter 48 SOC, kloter 49 SOC, dan kloter 50 SOC berangkat pada 10 Agustus 2017 pukul 23.00. Pemberangkatan akan dipusatkan di Pemkab Tegal. "Setiap kloter akan didampingi petugas sebanyak lima orang," tukasnya.
Wakil Bupati Tegal Umi Azizah mengimbau kepada seluruh jamaah calon haji untuk selalu menjaga kesehatan tubuh. Sebab, ibadah haji ini merupakan ibadah fisik dan mental. Artinya, diperlukan ketangguhan fisik yang prima terutama saat prosesi thawaf, sa'i, dan melontarkan jumrah.
"Selama masa tunggu ini, manfaatkan untuk melatih fisik dengan jalan kaki di pagi hari. Jagalah kebugaran dan stamina tubuh," pesan Umi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
