
Ilustrasi
JawaPos.com – Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa dimulai salah satunya dengan tekad berhenti merokok. Sebab, rokok menyebabkan berbagai faktor risiko penyakit seperti jantung koroner, jantung, dan kanker. Menyadari bahaya rokok, banyak masyarakat yang berupaya ingin berhenti merokok. Namun sayangnya seringkali usahanya sia-sia.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP, menjelaskan, faktor adiksi atau kecanduan pada rokok begitu kuat sehingga menggoda para perokok yang sudah berusaha berhenti untuk kembali. Sehingga, tak cukup hanya ingin tetapi juga memerlukan wadah khusus.
“Berhenti merokok itu enggak mudah, salah satu caranya dengan ikut konseling. Orang bisa saja berhenti merokok, namun yang menjadi masalah adalah efek adiksinya, sehingga kemungkinan kembali merokok sangat besar,” tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (24/7).
Ade menambahkan, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sudah lama menangani para perokok berat yang ingin berhenti merokok lewat Klinik Berhenti Merokok. Namun setiap orang berbeda-beda kadar kecanduannya dan tak bisa ditargetkan kapan akan pulih.
“Beda-beda ya berapa lama pengobatannya di klinik itu, ada yang beberapa bulan bisa berhenti. Ada yang sudah tahunan berhenti lalu kembali lagi, dan ada yang tiga bulan di klinik itu juga sudah bisa berhenti,” katanya.
Sehingga perokok berat harus ditangani konselor khusus dan diberikan berbagai terapi sebagai pengganti nikotin. Kemudian diikutsertakan di dalam grup dan berbagai terapi.
“Namun kadang pasien saat kena serangan jantung bisa menjadi syok terapi ingin berhenti merokok,” katanya tertawa.
Padahal seseorang yang berhenti merokok sepuluh tahun, kondisi tubuhnya 50 persen sama dengan orang sehat yang tak merokok. Bahkan jika seseorang sudah berhenti merokok 15 tahun, maka kondisi tubuhnya 100 persen sama seperti orang tak merokok. Sayangnya, untuk berhenti merokok terlalu banyak godaannya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
