Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Juli 2017 | 18.45 WIB

Tidak Berpihak ke Rakyat, RUU Tembakau Harus Dihentikan

Petani Tembakau - Image

Petani Tembakau

JawaPos.com - RUU Tembakau sampai saat ini masih terus dibahas di DPR. Namun banyak juga orang yang menolak hal tersebut. Pasalnya tidak memihak ke masyarakat yang tidak mengkonsumsi rokok.

Ketua Badan Khusus Pengedalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Toety Suroyo‎ mengatakan, RUU Tembakau tidak berpihak kepada masyarakat yang ingin sehat. Padahal masyarakat yang tidak merokok mempunyai hak untuk sehat.

"RUU Tembakau ini melanggar hak sehat masyarakat, ingin menguntungkan produksi rokok, apa DPR mau meracuni rakyat," tegas Toety kepada JawaPos.com, Senin (24/7).

Menurut Toety, pembahasan RUU Tembakau harus ditiadakan lantaran hanya berpihak kepada pengusaha dan juga petani. Sedangkan masyarakat yang tidak mengkonsumsi rokok sangat dirugikan.

"Memang RUU Tembakau ini harus ditiadakan," tehasnya.

Selain itu, pemerintah juga perlu menghentikan iklan rokok di televisi. Sebab menurut data yang ia terima, iklan rokok merangsang remaja untuk mengkonsumsi sebanyak 70 persen. "Jadi memang iklan rokok sangat merangsang para remaja untuk membeli," pungkasnya.

Sejak diusulkan oleh DPR, RUU Tembakau telah memicu polemik. Sejumlah organisasi kesehatan menentang RUU yang diklaim mengakomodasi kepentingan industri rokok, petani tembakau, dan kesehatan masyarakat itu.

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore