
Ilustrasi
JawaPos.com - Beragam kasus kekerasan dan kejahatan masih menimpa anak Indonesia. Bahkan pelakunya kerap kali merupakan orang terdekat mereka.
Menurut Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, penmerintah perlu memberikan perlindungan secara komprehensif kepada para korban.
Misalnya, perlindungan dengan pendekatan teritorial, perlindungan di rumah dari elemen-elemen rumah, perlindungan di sekokah dari elemen-elemen sekolah.
Lalu, perlindungan di tempat bermain bebas seperti taman, perlindungan di tempat umum seperti terminal, mall, dan bandara.
"Perlindungan dengan pendekatan orang sekitar anak. Perlindungan dari keluarga dan kerabat termasuk dari pembantu rumah tangga. Juga dari guru dan elemen sekolah," tutur Sodik kepada JawaPos.com, Minggu (23/7).
Penciptaan lingkungan yang kondusif bagi anak Indonesia dengan berbagai program juga diperlukan. Sebab, tanpa adanya keterlibatan semua pihak, mustahil bisa terealisasi.
"Seperti ketahanan keluwarga, ketahanan sekolah, dan ketahanan masyarakat," pungkasnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
