
Beras Maknyuss masih beredar di Jakarta
JawaPos.com - Sehari setelah digerebek pihak kepolisian, aktivitas penggilingan dan distribusi beras di gudang PT Indo Beras Unggul (IBU) terhenti. Personel keamanan menjaga ketat gudang yang menjadi tempat pengoplosan beras sampai seribu ton di Km 60 Jalan Raya Rengas Bandung, Karangsambung, Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tersebut.
Sejak pagi, Mursid Sudjono selaku ketua regu pengamanan menahan awak media yang akan mengambil gambar sebatas dari luar pagar depan. "Perintah dari atasan, silakan kalau ingin melihat, tapi cukup di ring 1 saja," katanya kepada Jawa Pos kemarin.
Aktivitas bongkar muat pun sepi. Hanya tampak deretan truk besar diparkir di halaman gudang. Dari dalam gudang pun tidak terdengar aktivitas penggilingan gabah.
Menurut salah seorang personel keamanan, Yusuf B. Sanusi, gudang yang disegel adalah gudang nomor 1. Bangunannya masih baru. Di sekelilingnya juga terdapat gudang-gudang kecil untuk keperluan bongkar muat. Juga ada satu instalasi penggilingan. "Gabah biasanya masuk dan digiling di situ," katanya sambil menunjuk ke dalam area kompleks.
Berdasar informasi yang dihimpun, hampir 90 persen pekerja dari gudang tersebut adalah warga lokal. Jumlahnya 400 hingga 500-an orang. Ada yang bekerja sebagai karyawan, kuli, dan buruh lepas.
Namun, warga sekitar tak pernah mendengar praktik pengoplosan di gudang tersebut. Mereka juga tidak pernah melihat maupun membeli beras-beras dengan merek dari PT IBU. "Kami kalau beli beras eceran, biasanya di Pasar Lemah Abang," kata Erti, warga.
Meski demikian, beberapa warga menyebutkan bahwa beras perusahaan tersebut tergolong bagus. Ardi, warga kampung Babakan, mengatakan bahwa salah seorang anaknya pernah bekerja di PT IBU. Setiap Lebaran, PT IBU memberikan tunjangan hari raya (THR) berupa beberapa kantong beras merek gudang mereka. "Berasnya bagus, putih," katanya.
Sementara itu, bantahan atas dugaan mengoplos beras disuarakan Anton Apriyantono, komisaris utama PT Tiga Pilar Sejahtera, induk perusahaan PT IBU. Dia menjelaskan bahwa pihaknya memproduksi beras dengan label dan merek. Bukan memproduksi beras khusus dari varietas dan kualitas tertentu. "Proses pencampuran memang ada, tapi antarvarietas. Itu namanya bukan pengoplosan," katanya kepada Jawa Pos kemarin.
Selain itu, menurut mantan menteri pertanian tersebut, beras yang diproduksi PT IBU harus sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan. "Lalu, kami jual dengan nama mereka seperti Maknyuss, bukan dengan nama varietasnya," jelasnya.
Sementara itu, meski sempat beredar kabar bahwa beras Cap Ayam Jago dan Maknyuss ditarik dari pasaran, hingga kemarin beras tersebut masih dijual bebas di beberapa peritel modern seperti Alfamidi maupun Superindo di Jakarta. Para pegawai mengatakan bahwa belum ada pemberitahuan penarikan beras dengan dua merek tersebut.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebutkan, tindakan PT IBU sangat merugikan konsumen. Karena itu, Tulus meminta pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus oplosan beras itu. "Jangan sampai proses penegakan hukum ini berjalan antiklimaks dengan hukuman yang ringan bagi pelakunya,''.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
