
Ilustrasi
JawaPos.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tasikmalaya berharap pemerintah segera mengatasi krisis guru pegawai negeri sipil (PNS). Salah satu caranya dengan mengangkat tenaga pendidik honorer menjadi abdi negara.
Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Juhana mengatakan, mengangkat guru honorer menjadi CPNS adalah cara cepat mengatasi kekurangan guru PNS. Terlebih, honorer jumlahnnya banyak. Mereka berpengalaman, bahkan para guru honorer menyebar di SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Tasikmalaya.
Pemkab, sarannya, harus berani memberikan penghargaan atau insentif kepada guru sukwan dan honorer sebagai apresiasi. Karena jika tidak ada sukwan dan honorer pendidikan di kabupaten dengan guru PNS yang seperti ini jelas tidak akan maksimal.
”Salah satu caranya harus bisa mensejahterakan sukwan dan honorer dengan kemampuan pemkab sehingga mereka merasa dihargai dan memicu motivasi dalam memberikan tenagannya, sambil menunggu pengangkatan CPNS,” ujarnya kemarin (21/7) kepada Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).
Menurutnya, saat ini peran guru PNS dan honorer atau sukwan sama saja. Mulai dari cara mereka mengajar sampai memberikan motivasi terhadap peserta didik. Sehingga walaupun Kabupaten Tasikmalaya mengalami krisis atau kekurangan guru PNS, roda pendidikan tidak berhenti.
”Saat ini bukan saatnya bicara kualitas guru dulu, tapi kuantitas yang paling penting untuk menutupi kekurangan guru PNS,” katanya.
Ketua Forum Honorer K2 Indonesia Kabupaten Tasikmalaya Nasihin mengatakan jumlah guru honorer untuk tenaga pendidikan saat ini mencapai 1.500. Mereka tersebar di seluruh sekolah. ”Memang masih cukup banyak guru honorer K2 untuk tenaga pendidikan khususnya guru yang belum diangkat. Jadi jika semuanya diangkat sedikit bisa menutupi kekurangan guru PNS saat ini,” bebernya.
Menurutnya, yang mengkhawatirkan saat ini memang kekurangan guru PNS SD dan SMP di daerah pinggiran. ”Sementara untuk guru PNS di sekolah negeri dan berada di perkotaan masih cukup banyak,” terangnya.
Namun, selama ini kekurangan guru PNS, masih tertutupi oleh honorer. Mengingat tidak ada perbedaan sama sekali cara mengajar PNS dan honorer atau sukwan. ”Jadi saat ini tidak disebut darurat karena masih tertutupi oleh guru honorer, kecuali jika tidak ada honorer baru bisa disebutkan darurat,” ungkapnya.
Sebelumnya, di Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini masih ada sekolah yang hanya memiliki satu guru pegawai negeri sipil (PNS). Itu akibat banyaknya guru PNS yang pensiun. Untuk itu, terbukanya lagi keran perekrutan CPNS daerah bisa menambal kekurangan tenaga pendidik di timur Jawa Barat ini.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Kartiwa MMPd mengatakan saat ini khususnya di SD kekurangan guru PNS. Bahkan satu sekolah ada yang satu guru PNS, itu juga hanya kepala sekolah. “Ya memang kenyataannya seperti itu dan paling banyak sekolah yang terpencil mengalami krisis guru PNS,” ujarnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
