Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 16.59 WIB

Vaksin MR Sudah Didistribusikan ke Provinsi di Seluruh Jawa

Grafis - Image

Grafis


JawaPos.com- Sepuluh hari menjelang gerakan imunisasi measles rubella (MR), vaksin sudah didistribusikan ke dinas kesehatan provinsi di seluruh Jawa. Pulau Jawa memang menjadi sasaran pertama kampanye itu pada Agustus sampai September mendatang.



Total, ada 6 provinsi dengan 119 kabupaten/kota dan 3.579 puskesmas yang akan melakukan imunisasi masal. Sasarannya adalah anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun. Jumlahnya mencapai 34.964.384 anak.



Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan Kesehatan Matra Kementerian Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya proyek Kemenkes. ”Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan lembaga terkait lain,” bebernya.



Jane menambahkan, dalam rangka menyukseskan kampanye tersebut, Kemenkes telah menyediakan 4.777.150 vial vaksin MR. Seluruhnya didistribusikan ke seluruh provinsi di Pulau Jawa sejak Kamis (20/7). Alat pendukung seperti alat suntik dan logistik lainnya serta buku petunjuk teknis pelaksanaan juga telah didistribusikan ke provinsi. ”Nanti dari dinas kesehatan provinsi akan turun ke dinas kesehatan kabupaten/kota,” ungkapnya.



Kampanye vaksinasi MR dilaksanakan selama Agustus–September 2017 untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Lalu, Agustus–September 2018 vaksinasi diperuntukkan seluruh wilayah di luar Pulau Jawa. ”Pada Agustus, pemberian vaksin dilakukan di sekolah-sekolah. Pada September baru diberikan untuk bayi usia 9 bulan sampai anak usia 7 tahun. Anak yang tidak bersekolah bisa diberi vaksin di posyandu,” papar Jane.



Jane memastikan bahwa vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta izin edar dari BPOM. ”Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan, dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2–3 hari,” katanya.



Sementara itu, di Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso terus melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang menolak imunisasi. Salah satu cara yang ditempuh adalah menemui tokoh agama yang menolak. Hal itu dirasa penting. Sebab, jika tokoh agama bisa diyakinkan, pengikutnya akan ikut tergerak untuk memberikan imunisasi kepada anak masing-masing. ”Mereka bukan menolak, tetapi hanya belum paham. Karena itu, kami akan memberikan pemahaman langsung ke sana,” kata Kohar. 


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore