
Ilustrasi
JawaPos.com - Polres Cirebon masih menyelidiki kasus penganiayaan yang menyebabkan satu korban meninggal dan satu kritis oleh kru bus di Pul PO Bhinneka Rabu (19/7) kemarin.
Kapolres Cirebon, Adi Vivid Agustiadi mengatakan, lima kru PO Bhineka sudah ditetapkan menjadi tersangka.
"Salah seorang pelakunga berinisial L. Empat lainnya masih jadi belum kita tangkap," ungkap Adi Vivid, Kamis (20/7) dilansir Rmol Jabar "(Jawa Pos Grup).
Adi mengatakan, pada sat kejadian, sopir bus Bhineka itu menggunakan sopir tembak. Saat ini, sopir tersebut masuk daftar pencarian.
Ketika melakukan olah TKP, kepolisian sempat menyesalkan manajemen PO karena menghilangkan sejumlah barang bukti. Bahkan CCTV yang sebelumnya terpasang di ruang operasional tempat kedua korban dianiaya dilepas setelah kejadian.
Tidak hanya itu body bus yang sebelumnya penyok terkena lemparan batu sudah diperbaiki dan dicat ulang oleh pihak manajemen.
"Kalau seperti ini terlihat ada dugaan upaya menghilangkan jejak. Kita dalami siapa yang menginstruksikan CCTV dilepas dan bus dicat ulang," tegas Adi.
Dalam kesempatan itu Adi mengimbau agar pihak manajemen kooperatif dalam penyelidikan kasus tersebut dengan tidak melakukan upaya dugaan menghilang barang bukti.
"Identitas para tersangka sudah kita kantongi. Saya imbau yang saat ini masih melarikan diri untuk menyerahkan diri. Atau kami tak segan melakukan tindakan tegas saat penangkapan," katanya.
Dikabarkan korban penganiayaan kru PO Bus Bhineka itu bernama Ryan dan Suhendra, keduanya wrga Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon. Ryan tewas dianiayi kru Bhineka.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
