Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 05.58 WIB

Belum Terverifikasi, Partai Ini Absen Pilgub 2018 Jatim

MANTAN KAPOLDA JATIM: Ketua DPW Partai Berkarya Jatim Anton Setiadji. - Image

MANTAN KAPOLDA JATIM: Ketua DPW Partai Berkarya Jatim Anton Setiadji.


JawaPos.com – Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto genap berusia setahun. Tepatnya pada 15 Juli lalu. Bersamaan dengan momen tersebut, partai berlambang pohon beringin itu mengadakan rapat kerja nasional (rakernas) mereka yang pertama. Salah satu yang dibahas Pilgub 2018 Jatim.



Partai Berkarya memutuskan fokus pada Pemilu 2019 lebih dulu. Keputusan itu disampaikan pada Rakernas Partai Berkarya Wilayah Jawa, Bali, Kalimantan, dan Nusa Tenggara yang diadakan di Hotel Singgasana Senin (17/7) malam. Pada Rakernas tersebut, para kader sepakat untuk seratus persen mempersiapkan pemantapan verifikasi administrasi.



Proses verifikasi itu sendiri bakal berlangsung pada Oktober mendatang. ''Secara administrasi, kami sudah siap seratus persen, bahkan sampai di tingkat kabupaten/kota,'' terang Ketua Umum DPP Partai Berkarya Neneng A. Tuti Selasa (18/7).



Rakernas tersebut, lanjut dia, sengaja diselenggarakan di Jawa Timur atas prakarsa pengurus DPW Partai Berkarya Jatim. Selain itu, dia melihat bahwa Jatim merupakan wilayah strategis dan merupakan barometer politik nasional. ''Jatim punya wilayah sangat besar, 38 kabupaten/kota, sehingga harus mendapat perhatian penuh,'' tuturnya.



Sementara untuk pilgub, Partai Berkarya menyatakan belum berpartisipasi. Ketua DPW Partai Berkarya Jatim Anton Setiadji mengklaim bahwa belum ada instruksi dari pusat untuk keikutsertaan dalam pilkada serentak tahun depan. '''Kita belum boleh mengusung, hanya memberikan dukungan,'' tegas mantan kapolda Jatim itu.



Anton menyebutkan, dukungan Partai Berkarya berlabuh pada sosok Khofifah Indar Parawansa. ''DPP sudah menyampaikan bahwa Partai Berkarya akan menyumbangkan suara untuk Khofifah,'' ucap Anton. Lebih jauh, dia menampik kemungkinan dirinya akan diusung sebagai kader internal untuk mendampingi Khofifah. Anton juga enggan berkomentar mengenai relasinya dengan ketua Muslimat NU itu. ''Rahasia, saya tidak mau menyampaikan,'' tukasnya.



Namun, sumber internal dari Partai Berkarya menyebutkan, apabila ketua DPP berkehendak, sosok Anton bakal dilirik untuk bisa maju bersama menteri sosial itu. Jika hal tersebut benar terjadi, Anton secara implisit menyatakan bersedia. ''Kalau memang diminta partai seperti itu, harus siap,'' lanjutnya. 


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore