Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 03.48 WIB

Alamak, Gara-gara Hanya Salah Alamat Sidang Ditunda

BANGKU KOSONG: Lia Herawati ketika memanggil para pihak bersengketa antara PT Smelting yang me la wan ratusan buruh di gedung WEP. - Image

BANGKU KOSONG: Lia Herawati ketika memanggil para pihak bersengketa antara PT Smelting yang me la wan ratusan buruh di gedung WEP.


JawaPos.com – Proses sidang perkara perselisihan hubungan industri (PHI) di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, (18/7) ditunda. Penundaan tersebut terjadi setelah pihak tergugat yang berjumlah lebih dari 300 buruh tidak masuk ke lokasi sidang.



Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan gugatan yang dipimpin majelis hakim Lia Herawati dengan anggota Jaka Mulyata dan Haryanta itu tercatat dalam nomor perkara 16/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.GSK. Pihak bersengketa adalah PT Smelting yang melawan Angga Trilaksono Putro dan 308 buruh lainnya. Lebih dari 500 personel kepolisian disiagakan untuk mengamankan sidang masal dengan jumlah tergugat terbesar di Kota Giri tersebut.



Ratusan buruh yang tergugat telah memenuhi halaman depan aset Pemkab Gresik itu. Namun, mereka menolak masuk. Sebab, dalam surat panggilan yang dilayangan pengadilan, sidang berlokasi di WEP II. Tetapi, lokasi sidang yang disiapkan ternyata WEP I.



Sekitar pukul 09.00 hakim Lia Herawati memanggil pihak yang berperkara. Karena tidak ada yang masuk ke gedung, majelis menutup sidang. ’’Sidang ditunda,’’ katanya.



Sementara itu, produktivitas PT Smelting Gresik menunjukkan grafik positif. Setelah sempat berhenti beroperasi, perusahaan penghasil katode tembaga tersebut kembali normal. Aktivitas pengolahan pun pulih.



’’Secara angka, sudah normal kembali. Bahkan, kualitas pengolahan melampaui bulan-bulan sebelum berhenti beroperasi,’’ papar Antonius Prayoga, smelter plant manager PT Smeting Gresik, kemarin.



Pria yang akrab dipanggil Yoga itu mencontohkan rasio kualitas produk anode tembaga pada Mei lalu. Angkanya sudah mencapai 99,85 persen. Menurut dia, produktivitas tidak lepas dari kiprah pekerja baru. Ada semangat untuk memajukan pabrik. Mereka cepat beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. ’’Kalau kesalahan tetap ada, tetapi kecil,’’ katanya.



Yoga menjelaskan, perusahaan terus menata manajemen. Persoalan hubungan industrial cepat diselesaikan. Produksi PT Smelting Gresik sempat berhenti selama 41 hari. Perusahaan di Manyar itu digoncang persoalan tenaga kerja. Mereka pun terpaksa merekrut tenaga kerja baru.


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore