Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2017 | 21.40 WIB

Ternyata Kapal Pengirim Sabu 1 Ton Jadi Buruan 4 Negara

Dari kiri: Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani. - Image

Dari kiri: Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani.

JawaPos.com - Keberhasilan aparat gabungan TNI AL, Polri, dan Bea Cukai dalam meringkus kapal pesiar yang mengirimkan sabu-sabu 1 ton ke Anyer, Serang Banten, ternyata membantu upaya pemberantasan narkoba di kalangan internasional. Betapa tidak, ternyata Kapal Wanderlust menjadi buruan dari empat negara lain.


Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari menyebut, kapal pesiar Wanderlust yang digunakan pelaku membawa sabu-sabu satu ton ternyata telah diburu di empat negara berbeda.


"Yang jelas negara-negara yang dilintasi ini memang sudah diinformasikan bahwa akan ada pengangkutan narkoba ke Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Nah itu negara yang dilintasi semua termasuk Myanmar," papar Arman di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7)


Diterangkannya, kapal Wanderlust ini memang tak bisa berdiam di satu tempat. Dia tapi selalu bergerak ke titik-titik selanjutnya. "Kapalnya selalu mobile," tambahnya.


Selanjutnya, Arman bersama jajaran BNN lainnya bakal turun mengejar jaringan yang belum terungkap di pengiriman satu ton sabu-sabu dari Taiwan tersebut. Sebab dipastikan ada orang di Indonesia yang telah memesan atau siap menampung barang haram tersebut.


"Semua sindikat ini akan kami telusuri sejauh mereka masih beroperasi. Itu adalah kewajiban kami, sampai tuntas sampai habis," sambungnya.


Diakuinya Indonesia mempunyai kelemahan sehingga selalu disasar bandar narkoba. Salah satunya terkait pencegahan. "Kalau dari segi penindakan dan pemberantasan sudah luar biasa. Tapi untuk pencegahan ini jadi PR bagi kita semua pencegahan itu tidak hanya dilakukan aparat mutlak harus ada keterlibatan dari masyarakat sendiri," ucap dia.


"Kalau mereka (pecandu) masih butuh, membeli dan mencari, maka permintaan akan selalu ada, tentu suplai akan selalu ada," tukas dia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore