Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2017 | 19.55 WIB

Waspada! Teroris Siber Fokus Incar Pengguna Mobile di Negara Maju

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pelaku serangan mobile Ransomware mulai fokus menyerang negara-negara makmur. Pasar berkembang tidak hanya memiliki tingkat pendapatan yang tinggi, tetapi juga infrastruktur mobile dan e-payment yang lebih maju dan lebih banyak digunakan.

Menurut laporan tahunan Kaspersky Lab mengenai Ransomware periode 2016-2017 hal ini menarik perhatian para penjahat siber karena artinya para korban dapat mentransfer uang tebusan hanya dalam beberapa langkah atau bahkan klik. Aktivitas mobile Ransomware melejit pada kuartal pertama 2017 di mana terdapat 218.625 paket instalasi mobile Trojan-Ransomware 3,5 kali lebih banyak dari kuartal sebelumnya. Kemudian aktivitas ini mulai menurun ke tingkat rata-rata selama periode dua tahun pengamatan.

"Meskipun ada kelegaan, namun ancaman mobile masih menimbulkan kegelisahan. Karena para penjahat menargetkan negara-negara dengan infrastruktur keuangan dan pembayaran yang berkembang sehingga dapat dengan mudah dikompromikan," tegas Pakar Keamanan Kaspersky Lab Roman Unuchek, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/7).

Pada periode 2015-2016 Jerman merupakan negara dengan persentase pengguna seluler tertinggi yang diserang Ransomware (hampir 23 persen). Setelah itu diikuti oleh Kanada (hampir 20 persen), lalu Inggris dan Amerika Serikat melebihi 15 persen.

Keadaan ini berubah pada periode 2016-2017 dengan AS bergeser dari posisi keempat ke posisi pertama (hampir 19 persen), Kanada dan Jerman tetap bertahan di peringkat 3 teratas dengan hampir 19 persen dan 15 persen. Disusul Inggris di peringkat keempat lebih dari 13 persen.

"Perubahan geografis dalam lanskap mobile Ransomware bisa menjadi pertanda kecenderungan untuk menyebarkan serangan ke wilayah yang kaya, tidak siap, rentan atau belum terjangkau. Ini jelas berarti pengguna terutama di negara-negara ini harus sangat hati-hati berselancar di web," tegas Roman.

Untuk mengurangi risiko infeksi, pengguna disarankan untuk mencadangkan data secara teratur. Gunakan pula solusi keamanan yang handal. Selalu perbarui perangkat lunak pada semua perangkat yang digunakan. Hati-hati dengan lampiran di email dari orang yang tak dikenal, dan lainnya.

Editor: Muhammad Syadri
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore