
Ilustrasi
JawaPos.com - Aparatur sipil negara (ASN) tidak sedikit bertelinga tipis. Ketika seorang pejabat di sekolah mengeluarkan sebuah kebijakan dan lantas dikritis, karena dianggap tak transparan, birokrat itu memilih bersikap tangan besi.
Fenomena ini dialami oleh Marwah, 30, ibunda Vincero, siswa SD 016 Pinang Samarinda. Wanita muda itu dengan berat hati menerima anaknya diberhentikan dari sekolah di hari pertama belajar. Padahal anaknkya itu merupakan siswa baru.
Diberhentikannya Vincero oleh pihak SD 016 Pinang Samarinda, buntut dari sikap kritis dari Marwah yang curhat di media sosial terkait pungutan pada saat pendafataran ulang siswa baru di SD tersebut. Ternyata curhatan ibu muda ini sampai ke kuping sang kepala sekolah tersebut.
Kejadian itu bermula dari hari perdana sekolah Vincero. Ketika itu orang tuanya cekcok kepala sekolah. Situasi itu berujung pengembalian uang yang disebut sebagai dana untuk membeli batik, lembar kegiatan siswa (LKS), baju olahraga, dan rompi sekolah.
Marwah, 30, ibunda Vincero, pun menceritakan kejadian tidak mengenakkan yang dialami anaknya itu di media sosial, lantas menjadi viral di kalangan warganet Samarinda.
"Dengan berat hati saya menerima kembali uang pendaftaran itu, yang artinya anakku diberhentikan dari SD 016," terang istri pedagang mainan keliling tersebut.
Sebelumnya, Marwah memang melapor ke Dispendik Samarinda terkait dengan uang pendaftaran Rp 815 ribu yang dianggap tidak transparan.
Marwah mengungkapkan, kala itu, ketika melakukan daftar ulang, dirinya tidak mendapat perincian penggunaan uang tersebut. Hanya selembar kuitansi.
Saat melaporkan hal itu ke dispendik, dia pun sempat bertemu dengan kepala sekolah. Dia baru tahu ketika datang di sekolah lagi untuk mengambil keperluan seragam sekolah.
Curhatan Marwah soal hari pertama sekolah anaknya pun sampai ke telinga Dispendik Samarinda. Kepala Dispendik Samarinda Akhmad Hidayat memanggil kepala SD 016 Sungai Pinang ke kantornya guna meluruskan kejadian tersebut.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
