Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2017 | 14.26 WIB

Penjaga Sarang Walet Tewas, Ada Tiga Luka di Kepala

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Diot (36), warga Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kecamatan Tanjung Selor, ditemukan tidak bernyawa di dalam pondoknya, Sabtu (15/7) lalu, sekira pukul 14.00. Penjaga sarang burung walet (SBW) di daerah Gua Wong, Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Bulungan, itu diduga merupakan korban pembunuhan.


Polsek Peso menerima laporan dari Edong (37), atas penemuan mayat tersebut. Kronologis penemuan mayat, dua rekan korban Junaedi alias Dudu (35) dan Daskali Yakub (27) pada Jumat (14/7) lalu, sekira pukul 10.00, meninggalkan pos tepian Busang Tingang menuju Gua Wong untuk mencari rekan lainnya, Uce. Untuk mencapai tujuan ke Gua Wong dari pos tepian Busang Tingang membutuhkan waktu perjalanan sekitar 6 jam. 


Sekitar pukul 15.30, kedua rekan korban tiba di pondok milik Diot. Keduanya pun memutuskan untuk memanggil korban dan menggedor-gedor pintu rumah. Akan tetapi, dari dalam pondok tidak mendapat jawaban. Karena penasaran tidak ada jawaban, keduanya pun coba melihat kondisi di dalam pondok melalui sela dinding. 


Alhasil, keduanya terkejut melihat korban terbaring di dapur dan mengeluarkan darah dari hidung dan telinga. Namun, keduanya tidak berani untuk memaksa masuk. Pada akhirnya, keduanya kembali ke pos tepian Busang Tingang untuk melaporkan peristiwa yang baru menimpa rekannya. 


Kapolsek Peso Iptu Aliansyah mengatakan, keduanya melaporkan kejadian kepada ketua rombongan atas nama Edong. Selanjutnya, kejadian itu pun dilaporkan ke Polsek Peso. 


Mendapat laporan tersebut, keesokan harinya, Minggu (16/7), personel Polsek Peso berangkat ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Untuk bisa sampai ke lokasi dibutuhkan waktu 12 jam perjalanan,” sebut Aliansyah saat dikonfirmasi, Rabu (19/7), dikutp dari Berau Post (Jawa Pos Group). 


Setibanya di TKP, ternyata pondok korban terkunci dari luar. Setelah memaksa masuk, langsung dilakukan olah TKP. Kondisi korban terdapat tiga luka di kepala karena hantaman benda tumpul. Di TKP, lanjut dia, tidak ditemukan barang bukti atas pembunuhan yang terjadi. 


Namun, ada beberapa barang milik korban yang hilang diduga dibawa pelaku. “Korban mempunyai senjata penabur, tas pinggang, parang, sepatu dan kaos kaki. Semua barang milik korban itu hilang,” sebutnya. 


Setelah selesai olah TKP, jenazah pun dibawa ke Puskesmas Long Bia untuk dilakukan visum. Rekan-rekan korban berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk proses pemakaman. 


Setelah adanya kesepakatan, jenazah akhirnya dikebumikan di Long Bia, Peso. Korban dikebumikan pada Rabu (19/7), sekira pukul 11.00. Sementara dua rekan korban yang pertama kali melihat jenazah, jadi saksi untuk dimintai keterangan. 


“Dua saksi sudah kami periksa untuk dimintai keterangan dan masih ada dua saksi lainnya. Kasus ini sudah ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan,” ungkapnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore