
Aparat kepolisian dan warga memperlihatkan lempengan bekas pecahan roket Longmarch/Chang-Zheng 3 milik Republik Rakyat Tiongkok yang jatuh di Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, kemarin (19/7).
JawaPos.com - Warga Sumatera Barat (Sumbar) selama dua hari berturut-turut dikejutkan dengan kejatuhan benda mistrerius dari langit. Pertama benda berbentuk kendi seberat 7 kg. Kedua, lempengan baja berbentuk sirip ikan hiu dengan panjang 1,2 meter dan lebar 40 cm.
Benda itu jatuh di Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Daerah ini dulu pernah menjadi ibu kota negara, semasa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) berlangsung di Sumatera Tengah.
Lempengan baja itu ditemukan pertama kali oleh petani bernama Safri, 50 pada Rabu pagi (19/7). Kala itu, Safri yang tengah menyiangi sawahnya dikejutkan dengan dentuman benda misterius yang jatuh dari atas langit. Setelah dilihat, ternyata benda misterius itu adalah lempengan baja.
“Safri kemudian memberitahu warga sekitar dan aparatur nagari. Oleh aparatur nagari dan tokoh masyarakat, kejadian ini juga disampaikan kepada kita,” kata anggota DPRD Sumbar Yulfitni Djasiran Dt Majo Bosa Nan Kuniang dan anggota DPRD Limapuluh Kota Wendi Chandra Dt Marajo seperti yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (20/7).
Singkat cerita, lempengan baja mirip sirip ikan hiu yang ditemukan di sawah milik Safri, akhirnya disimpan di rumah Upik yang merupakan keponakan Safri. Lantas banyak warga yang penasaran dengan benda itu akhirnya diamankan di Mapolsek Suliki.
“Barusan, Kapolsek Suliki Iptu Feri Arjoni bersama angotanya menjemput lempengan baja tersebut ke Kototinggi. Kini sudah diamankan di Mapolsek Suliki. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), melalui Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) yang berkantor di Palupuah, Agam,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis.
Terpisah, Iptu Feri Arjoni mengatakan, lempengan baja itu ditemukan di Kototinggi itu memiliki berat 30 kilogram. “Kini sudah di kantor kami. Sesuai atensi Pak Kapolres, kami menunggu petugas Lapan menjemputnya karena lempengan baja ini diduga merupakan benda antariksa yang jatuh ke bumi,” kata Iptu Feri Arjoni.
Sebelumnya benda misterius yang jatuh dari langit Sumbar yakni sebuah kendi pada Selasa (18/7). Benda itu jatuh di tepian Danau Maninjau. Persisnya di Nagari Sungaibatang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam yang merupakan kampung kelahiran Buya Hamka.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
