Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2017 | 08.05 WIB

Setelah Maninjau, Kini Benda Misterius Jatuh di Bekas Ibu Kota Negara

Aparat kepolisian dan warga memperlihatkan lempengan bekas pecahan roket Longmarch/Chang-Zheng 3 milik Republik Rakyat Tiongkok yang jatuh di Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, kemarin (19/7). - Image

Aparat kepolisian dan warga memperlihatkan lempengan bekas pecahan roket Longmarch/Chang-Zheng 3 milik Republik Rakyat Tiongkok yang jatuh di Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, kemarin (19/7).

JawaPos.com - Warga Sumatera Barat (Sumbar) selama dua hari berturut-turut dikejutkan dengan kejatuhan benda mistrerius dari langit. Pertama benda berbentuk kendi seberat 7 kg. Kedua, lempengan baja berbentuk sirip ikan hiu dengan panjang 1,2 meter dan lebar 40 cm.


Benda itu jatuh di Nagari Kototinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Daerah ini dulu pernah menjadi ibu kota negara, semasa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) berlangsung di Sumatera Tengah.


Lempengan baja itu ditemukan pertama kali oleh petani bernama Safri, 50 pada Rabu pagi (19/7). Kala itu, Safri yang tengah menyiangi sawahnya dikejutkan dengan dentuman benda misterius yang jatuh dari atas langit. Setelah dilihat, ternyata benda misterius itu adalah lempengan baja.


“Safri kemudian memberitahu warga sekitar dan aparatur nagari. Oleh aparatur nagari dan tokoh masyarakat, kejadian ini juga disampaikan kepada kita,” kata anggota DPRD Sumbar Yulfitni Djasiran Dt Majo Bosa Nan Kuniang dan anggota DPRD Limapuluh Kota Wendi Chandra Dt Marajo seperti yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (20/7).


Singkat cerita, lempengan baja mirip sirip ikan hiu yang ditemukan di sawah milik Safri, akhirnya disimpan di rumah Upik yang merupakan keponakan Safri. Lantas banyak warga yang penasaran dengan benda itu akhirnya diamankan di Mapolsek Suliki.


“Barusan, Kapolsek Suliki Iptu Feri Arjoni bersama angotanya menjemput lempengan baja tersebut ke Kototinggi. Kini sudah diamankan di Mapolsek Suliki. Kami juga sudah  berkoordinasi dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), melalui Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) yang berkantor di Palupuah, Agam,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis.


Terpisah, Iptu Feri Arjoni mengatakan, lempengan baja itu ditemukan di Kototinggi itu memiliki berat 30 kilogram. “Kini sudah di kantor kami. Sesuai atensi Pak Kapolres, kami menunggu petugas Lapan menjemputnya karena lempengan baja ini diduga merupakan benda antariksa yang jatuh ke bumi,” kata Iptu Feri Arjoni.


Sebelumnya benda misterius yang jatuh dari langit Sumbar yakni sebuah kendi pada Selasa (18/7). Benda itu jatuh di tepian Danau Maninjau. Persisnya di Nagari Sungaibatang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam yang merupakan kampung kelahiran Buya Hamka.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore