Minggu, 23 Jul 2017
JPG Today

Murid Banyak Tak Tertampung, Disdik Wacanakan Sekolah Baru

Selasa, 18 Jul 2017 01:55 | editor : Ilham Safutra

Ilustrasi PPDB di Kota Batam beberapa waktu lalu.

Ilustrasi PPDB di Kota Batam beberapa waktu lalu. (Cecep Mulyana/Batam Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Banyaknya anak-anak Kota Batma tidak diterima di sekolah negeri, padahal sekolah itu dekat dengan rumahnya membuat pemerintah daerah (Pemda) setempat harus berpikir lebih keras lagi.

Apalagi ada sekitar 500 anak belum tertampung di sekolah. Rencananya anak yang tak tertampung itu akan ditempatkan di sekolah baru. Namun wacana mendirikan sekolah baru itu masih dalam tahap pembahasan di tingkat Dinas Pendidikan (Disdik).

Kepala Disdik Batam, Muslim Bidin mengatakan rencana ini mengemuka setelah dirinya berbicara dengan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Senin (17/7). Namun sebelum tahapan rencana ini berlanjut, Selasa (18/7) ini dia akan turun ke sekolah-sekolah untuk memastikan jumlah pasti siswa yang belum tertampung. "Kami ditugaskan keliling cari tahu data itu, jangan simpang siur," kata Muslim seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group).

Jika jumlah siswa itu valid tidak tertampung dan sekolah lain sudah tidak bisa lagi menerima, maka tidak ada pilihan untuk melanjutkan perintah Wali Kota Muhammad Rudi untuk mendirikan sekolah baru.

Untuk sekolah baru ini, pada tahap awal gedungnya menumpang dulu di tempat lain. Pada 2018 baru dibangun gedungnya yang representatif. "Beliau (Muhammad Rudi, red) sampaikan kalau memungkinkan, buka. Gedungnya nanti 2018 dibangun, sementara numpang dulu ke sekolah lain, ini boleh," ucapnya.

Menurutnya, pembentukan sekolah tergantung data siswa yang tak tertampung. Namun merujuk ke rasio siswa per kelas yang kini diterapkan di Batam, setidaknya satu sekolah menampung 200 siswa. Artinya bisa saja dibentuk dua sekolah.

"Satu sekolah paling banter 200 siswa kan, tapi kita turun dulu mendata, kami ingin tahu dimana sih siswa yang tak tertampung itu," ucapnya.

Muslim menambahkan, sejatinya persoalan daya tampung dapat diselesaikan jika wali murid legowo menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, namun dalih miskin memaksa pihaknya mengikuti keinginan wali murid. "Mau tidak mau kita harus bantu, ini tugas kami," katanya.

Dia mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Batam setidaknya akan membangun tiga sekolah baru. "Perintah Pak Wali kan setiap kita bangun harus tiga lantai, prediksi saya tiga lantai butuh sekitar lebih Rp 5 miliar," pungkasnya.

(iil/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia