Minggu, 23 Jul 2017
JPG Today

Komite Sekolah Pungut Rp 1,5 Juta per Murid, Ini Tindakan Wawako

Selasa, 18 Jul 2017 01:35 | editor : Ilham Safutra

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninggalkan SD 006 Batamkota usai melakukan sidak terkait murid baru yang melebihi kapasitas kelas, Senin (17/7).

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninggalkan SD 006 Batamkota usai melakukan sidak terkait murid baru yang melebihi kapasitas kelas, Senin (17/7). (Cecep Mulyana/Batam Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pada hari pertama sekolah, Wakil Wali Kota Batam Amsakar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah. Terutama sekolah-sekolah yang didengar melakukan sistem pungutan kepada orang tua murid.

Ternyata informasi itu tidak isapan jempol belaka. Amsakar malah mendapatkan pengakuan dari orang tua murid, bahwa Komite Sekolah memungut uang Rp 1,5 juta kepada wali murid ada bisa bersekolah. Temuan itu dapatkan Amsakar saat berkunjung ke SMPN 52 Batam, Senin (17/7).

Sekolah tersebut merupakan satu dari tiga sekolah yang jadi sasaran sidak Amsakar. Dua sekolah lainnya, yakni SDN 010 Batamkota dan SDN 006 Batamkota.

"Saat kami kumpulkan panitia, termasuk Kepala SMPN 52 Batam Liendriani dan murid-murid, terungkaplah ternyata ada empat orang yang setor ke oknum komite," kata Amsakar.

Dia menyampaikan, berdasarkan penuturan pihak sekolah bahwa untuk lolos calon wali murid harus menyetor ke oknum Rp 1,5 juta per siswa. Artinya, dari empat orang dapat dijumlahkan Rp 6 juta. "Yang bersangkutan sudah mulai mengembalikan, tapi baru diangsur masing-masing satu juta atau baru Rp 4 juta," sebutnya.

Menurut Amsakar, keinginannya untuk turun langsung ke sekolah ini terkait informasi bahwa pihak sekolah baik kepala sekolah maupun guru mengutip sejumlah uang ke wali murid.

Namun hasil yang ia peroleh unsur kepala sekolah maupun guru tidak terlibat dalam kasus tersebut. "Kalau kabar kepala sekolah atau guru yang main angka, itu hoax. Uang Rp 1,5 juta dari yang tidak bagus ini cukup sayang jika dibanding pekerjaan mulia guru," jelasnya.

Atas adanya temuan itu, Amsakar meminta Dewan Pendidikan untuk lebih aktif membina oknum komite sekolah yang nakal. "Kita tanamkanlah dalam diri ini membangun pendidikan ini," terangnya.

(iil/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia