Minggu, 23 Jul 2017
Politik

Pemerintah Ngotot Ada Preshold, Fadli Zon: Itu Buat Jegal Pak Prabowo

Selasa, 18 Jul 2017 00:35 | editor : Dimas Ryandi

Waketum Gerindra Fadli Zon

Waketum Gerindra Fadli Zon (JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyesalkan sikap pemerintah dan partai pendukungnya yang menginginkan adanya presidential threshold (Preshold) di pilpres 2019. 

Meskipun kata Fadli, seharusnya sudah tidak ada lagi preshold di Rancangan Undang-undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu), sebagaimana telah diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sifatnya final dan mengikat.

“Namun, sekarang ini dipaksakan harus ada Preshold, sebagai keputusan politik, bukan putusan hukum konstitusional dan ketatanegaraan kita," ujar Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).

Fadli mengingatkan partai-partai lain agar jernih melihat persoalan ini dan jangan hanya karena mau mendukung satu kandidat capres apalagi merancang skenario calon tunggal di Pilpres 2019. 

Menurut Fadli yang merupakan Wakil Ketua DPR ini, sangatlah tidak bagus untuk demokrasi Indonesia.

“Ini kan jelas arahnya, mau dibikin semacam calon tunggal. Partai-partai itu mau membikin calon tunggal, kalaupun ada ya (calon) boneka saja," ungkap Fadli.

Lebih lanjut Fadli juga mengingatkan jangan sampai PT 20 persen dijadikan alat untuk menjegal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju sebagai capres.

"Menurut saya yang ada sekarang itu pemerintah sedang berusaha untuk menjegal Pak Prabowo untuk menjadi calon dan ini tidak masuk akal," papar Fadli.

Menurut dia, pemerintah juga berupaya menggunakan presidential threshold yang lama dan sudah basi. 

Secara logika, kata Fadli, penggunaan preshold itu tidak masuk akal. Kecuali pemilihan legislatif dan presiden tidak dilakukan serentak.

"Saya kira logika itu adalah logika untuk menjegal," katanya.

Karenanya, Fadli menegaskan, akan menempuh semua langkah-langkah termasuk melakukan uji materi Mahkamah Konstitusi (MK) supaya demokrasi tetap dalam aturan. 

(dms/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia