Minggu, 23 Jul 2017
Politik

Meski Jadi Tersangka, Setnov Tetap Pimpin Rapat Terbatas DPP

Senin, 17 Jul 2017 23:59 | editor : Ilham Safutra

Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham saat berada di rumah Setya Novanto. (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus pengaadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), Ketua DPR Setya Novanto lebih banyak berada di dalam rumah. Pada Senin (17/7) Ketua Umum Partai Golkar itu sempat memimpim rapat pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, Novanto sempat memimpin rapat singkat DPP Partai Golkar di rumahnya itu. Sejumlah kesepakatan pun diambil dari hasil rapat singkat yang dihadiri puluhan pengurus DPP Partai.‎

"Tadi dia pimpin rapat singkat dan beberapa hasil rapat sudah diputuskan. Di antaranya bahwa DPP Partai Golkar akan rapat pleno di kantor DPP Partai Golkar," ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid, besok (18/7) akan digelar rapat pleno. "Sesuai arahan ketum untuk antisipasi dalam segala kemungkinan yang terjadi, khususnya langkah politik yang dilakukan oleh orang yang mungkin akan bisa memanfatkan situasi ini," kata Nurdin.

Dia menerangkan Partai Golkar akan tetap solid karena Golkar telah memiliki sistem. "Seluruh fungsi telah dibagi habis oleh ketum yang terpilih di dalam forum Munas," tegas dia.

Ketua DPR Setya Novanto saat memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP pekan lalu..

Ketua DPR Setya Novanto saat memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP pekan lalu.. (Dery Ridwansyah/ Jawa Pos)

Diketahui Novanto menjadi tersangka dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini. Dia bahkan sempat tidak hadir untuk pemeriksaan KPK karena sakit vertigo.

Sejak awal kasus ini masuk ke persidangan, nama Setya Novanto memang disebut jaksa dalam surat dakwaan untuk terdakwa korupsi proyek e-KTP. Setya disebut bersama-sama dengan 6 orang lainnya termasuk dua terdakwa e-KTP. (elf/JPG)

(elf/iil/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia