Minggu, 23 Jul 2017
Politik

Novanto Tersangka Korupsi e-KTP, Ini Sikap Golkar Pada Jokowi

Senin, 17 Jul 2017 22:01 | editor : Dimas Ryandi

Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid dan Sekjen Golkar Idrus Marham di depan rumah tersangka e-ktp, Setya Novanto (elfany/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penetapan tersangka yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto terkait kasus korupsi e-KTP, tidak akan mengubah arah politik partai berlambang pohon beringin itu. 

Hal itu ditegaskan, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Menurut dia, partainya tetap berkomitmen mendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Golkar tetap berkomitmen untuk mendukung Jokowi di Pilpres 2019, tetap pada pendirian awal,” kata Idrus di kediaman pribadi Setya Novanto, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Idrus menerangkan, saat ini Setya Novanto masih tetap ada di Jakarta dan dalam keadaan stabil meski berstatus tersangka di korupsi E-KTP. 

"Bung Setnov (sapaan Novanto-red) tetap ada di Jakarta dan masih sehat walafiat," sambung dia.

Sebelumnya Idrus Marham menegaskan mereka tak akan melakukan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) meski Ketum Partai Golkar dijadikan tersangka. 

"Saya tegaskan tidak ada Munaslub," imbuhnya.

Menurut dia, setelah tahu Novanto ditetapkan tersangka, mereka langsung berkumpul melakukan pembahasan singkat. 

Hal ini untuk menentukan sikap mereka selaku anggota dan petinggi partai. "Tadi kami yang di parlemen dan anggota langsung berkumpul setelah mengetahui pernyataan pers KPK," tambah dia.

Nantinya kata dia, partai akan melakukan mekanisme sejuah tatanan yang ada bila ketua umum dijadikan tersangka. 

"Makanya kami akan ambil langkah sesuai tatanan yang ada, besok kami rapat pleno," tegasnya. (elf/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia