Jumat, 28 Jul 2017
Hukum & Kriminal

Setnov Melawan, Siapkan Praperadilan Lawan KPK

Senin, 17 Jul 2017 21:57 | editor : Dhimas Ginanjar

Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid (kiri) dan Sekjen Idrus Marham (DERY RIDWANSYAH/JAWA POS)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengumumkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP. Pria yang karib disapa Setnov itu diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun. Namun, bisa dipastikan Ketua DPR itu tidak akan pasrah dengan keputusan KPK.

Usai penetapan tersangka, loyalis Setnov langsung menggelar pernyataan pers di kediaman Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta. Idrus Marham selaku Sekretaris Jenderal Partai Golkar menerangkan, salah satu langkah setelah penetapan tersangka adalah praperadilan.


"Meninjau dari aspek hukum, saat ini kami masih menunggu surat resmi dari KPK terkait penetapan bung Setnov," kata dia, Senin (17/7) malam.


Lebih lanjut diamengatakanm untuk bisa mengajukan praperadilan, mereka harus memiliki salinan surat penetapan tersangka korupsi e-KTP. "Makanya sekarang ini masih menunggu," ucap dia.


Sementara, untuk internal partai berlambang pohon beringin, kata dia tak ada himbauan khusus. "Ketua harian (Nurdin Halid) tadi sudah menjelaskan tidak ada apa-apa dan himbauan. Sikap partai juga tetap pada mendukung pemerintahan Jokowi-JK, dan mendukung Jokowi di Pilpres 2019," tegas dia. (elf/JPG)

Setya Novanto saat mendatangi gedung KPK beberapa waktu lalu

Setya Novanto saat mendatangi gedung KPK beberapa waktu lalu (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia