Jumat, 28 Jul 2017
Nasional

Setya Novanto Tersangka Jadi Trending Topic, Begini Komentar Warganet

Senin, 17 Jul 2017 20:40 | editor : Fadhil Al Birra

Setya Novanto (batik cokelat). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Nama Setya Novanto mendadak jadi perbincangan di media sosial. Hal tersebut menyusul ditetapkannya ketua DPR itu sebagai tersangka korupsi pengadaan e-KTP oleh KPK pada Senin (17/7) malam.

Pemberitaan itu langsung menuai komentar dari publik serta warganet. Pengguna media sosial memberi komentar terkait penetapan Setya Novanto sebagai tersangka. Bahkan nama politikus Partai Golkar itu menjadi salah satu trending topic di jejaring Twitter.

Berikut beberapa komentar warganet terkait penetapan sebagai tersangka korupsi pengadaan e-KTP oleh KPK pada Senin (17/7) malam.

"Mantap, KPK akhirnya tetapkan Setya Novanto sebagai tersangka..," tulis akun Twitter @yusdiusman.

"17-07-2017 memang tanggal yg cantik untuk MENRCYDUCK pak Setya Novanto. Good job @KPK_RI," komentar @Akbar_crz.

"Akankah papa terjatuh kali ini? Keriuhan politik apa lagi yang terjadi besok," ucap @thedragon98.

"Penetapan tersangka Setya Novanto ketua DPR membuktikan Jokowi tdk intervensi KPK sprti yg dituduhkan para pembencinya..," tulis @wijimoharwan.

"Mari kita kawal siasat apa lagi yang dapat meloloskan Setya Novanto. #iTrustKPK," ujar @Rend_ra.

Seperti diketahui, lika-liku mengenai nasib Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP akhirnya terjawab sudah. Setelah sekian kali lolos dari jeratan hukum, dia akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Setelah mencermati fakta persidangan kedua terdakwa Irman dan Sugiharto dalam kasus e-KTP, KPK menemukan bukti permulaaan yang cukup seorang lagi sebagai tersangka. KPK Menetapkan saudara SN (Setya Novanto)," kata Ketua KPK Agus Raharjo, dalam konferensi pers di kantornya Senin (17/7) petang.

Sebelumnya terkait perkara ini, dalam surat dakwaan JPU KPK, Setya Novanto bersama-sama mantan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum, disebut-sebut merupakan pihak yang mengatur proses persetujuan anggaran proyek e-KTP di DPR. Atas lobi-lobi yang dilakukan keduanya, jaksa menengarai Setnov dan Andi Narogong mendapat jatah 11 persen (Rp 574,2 miliar). Hal yang sama juga didapat Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin, yakni sebesar 11 persen (Rp 574,2 miliar). Atas tudingan yang dialamatkan terhadapnya, Setnov beberapa kali telah membantah terlibat dalam perkara ini. (ded/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia