Jumat, 28 Jul 2017
JPG Today

Hah, 90 Persen Siswa SMP-SMA Jadi Korban Pornografi

Senin, 17 Jul 2017 20:26 | editor : Fadhil Al Birra

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Korban kekerasan masih didominasi anak-anak. Baik itu kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. Meski begitu, banyak pula anak yang menjadi pelaku kekerasan tersebut. Banyak pelaku maupun korban yang justru tak sadar mereka terlibat kekerasan seksual.

Paparan pornografi dan lingkungan tak sehat, menjadi awal mengapa remaja bisa terpapar. Diungkapkan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) "Odah Etam" Kaltim Eka Komariah Kuncoro beberapa waktu lalu, anak yang bermasalah memiliki kecenderungan berlatar belakang broken home.

"Kebanyakan seperti itu. Namun ada pula yang dari keluarga utuh. Tetapi, jumlahnya tak sebanyak yang broken home," terangnya. Pada dasarnya, anak butuh perhatian maksimal. Sehingga, mereka tidak terjerumus dalam hal-hal negatif. Apalagi dengan kemudahan akses informasi, tak sulit menemukan konten-konten negatif yang diakses bebas.

Seperti yang diungkapkan Ketua Harian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Samarinda Adji Suwignya, pornografi dan penyalahgunaan obat-obatan adalah hal negatif yang marak mengintai remaja. Maka jangan heran, dalam riset yang dilakukan Adji 90 persen siswa SMP dan SMA terpapar pornografi dan menjadi korban pornografi. 

Akses pornografi yang dilakukan anak, ucap dia, tentu tak diketahui orang tua. Namun, Adji menyebut mereka sudah jadi korban tanpa disadari. "Kecanduan pornografi salah satunya. Melakukan transaksi pornografi juga dianggap biasa," imbuhnya. Maka perhatian orangtua adalah yang paling utama. Banyak orangtua yang sukses, tapi ternyata anaknya nakal. Alasannya, kurang perhatian. Padahal, anak ini sangat butuh perhatian. Apalagi, mereka yang menginjak remaja.  

Tidak hanya pornografi, info seputar penyalahgunaan obat juga didapat dari kecanggihan teknologi. Maka dari itu, jangan heran jika mendengar metode aneh anak agar mabuk. Tidak lagi sekadar lem. Obat batuk, alkohol, hingga popok bayi sekali pakai pun, bisa membuat mabuk. Jika hal ini dibiarkan bisa berimbas ke hal-hal lebih buruk. Karena mabuk, bisa berbuat asusila hingga perbuatan kriminal berat. (*/nyc/riz/k18/fab/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia