Jumat, 28 Jul 2017
Nasional

Novanto Tersangka e-KTP, Agus: Ini Tidak Ada Kaitannya dengan Pansus

Senin, 17 Jul 2017 20:26 | editor : Dimas Ryandi

Ketua Umum Golkar, Setya Novanto (JawaPos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin menunjukan taringnya dalam menuntaskan kasus korupsi pengadaan proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Salah satunya dengan menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka.

Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan, dijadikannya tersangka orang nomor satu di Partai Golkar ini bukan berkaitan dengan adanya Pansus KPK. 

"Jadi ini sama sekali tidak terkait dengan Pansus," tegas Agus di kantor KPK, Rasuna Said, Jakarta, Senin ‎(17/7).

Agus juga menegaskan, KPK dalam bekerja bukan karena dendam lantaran Pansus DPR disinyalir ingin melemahkan lembaga antirasuah ini. Tapi berdasarkan pada bukti-bukti yang sudah cukup lengkap. 

Sehingga, kata dia, masyarakat bisa melihat kinerja apa yang telah dilakukan oleh KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia.

“Ini memang salah satu cara kita untuk mempercepat kerja dan meningkatkan performa KPK," tegasnya.

Patut diketahui, KPK menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi yang merugikan negara Rp 2.3 triliun.

Novanto juga sebelumnya telah diperiksa oleh KPK terkait dugaan korupsi e-KTP. Rekan bisnis Andi Narogong ini diduga memiliki peran dalam proses penganggaran atau pengadaan barang dan jasa. 

Ketua Umum Partai Golkar ini juga diduga telah mengkondisikan pemenang pengadaan e-KTP.

Sementara, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat ini disangka melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

Dalam kasus ini, KPK sebelumnya telah menetapkan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.‎ (cr2/JPG)‎

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia