Jumat, 21 Jul 2017
Humaniora

Menteri Yohana Sebut Aksi Bully akibat Tayangan Televisi

Senin, 17 Jul 2017 18:35 | editor : Fadhil Al Birra

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Aksi tidak terpuji dilakukan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Gunadarma. Mereka tega mem-bully teman kuliahnya yang berkebutuhan khusus.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise‎ mengeluhkan dengan perilaku mahasiswa Gunadarma itu. "Sebenarnya itu tidak boleh ya," tegas Yohana di kantor Kementerian PPPA, Jakarta, Senin (17/6).

Perempuan kelahiran Manokwari, Papua, ini pun berjanji akan melakukan koordinasi bersama pemangku kebijakan dengan melakukan filter tayangan-tayangan bersifat bullying. Pasalnya pengaruh kuat adanya bully adalah dari tayangan televisi. "Sehingga supaya jangan terjadi seperti itu lagi," katanya.

Mahasiswa Universitas Gunadarma yang mem-bully remaja berkebutuhan khusus.

Mahasiswa Universitas Gunadarma yang mem-bully remaja berkebutuhan khusus. (Instagram/TheNewBikinGregetan)

Sebelumnya, beredar video berdurasi 14 detik di media sosial. Dalam video itu mahasiswa dengan kebutuhan khusus mendapat perlakukan bully dari rekannya di Universitas Gunadarma.

Tas punggung yang dikenakan mahasiswa itu terlihat ditarik-tarik oleh orang lain. Sementara mahasiswa lain hanya menonton sambil tertawa. Bahkan ada yang bertepuk tangan. Video yang sempat viral ini diketahui berjudul "Imparan Tong Sampah Maut". (cr2/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia