Minggu, 23 Jul 2017
JPG Events

Jawa Pos Fit Bikin Warga Tenggarong Bangga

Senin, 17 Jul 2017 12:12 | editor : Miftakhul F.S

SEMANGAT: Nafsiah Dahlan Iskan dan CEO Kaltim Post Ivan Firdaus melepas peserta lari. Salah satunya adalah Bupati Kukar Rita Widyasari.

SEMANGAT: Nafsiah Dahlan Iskan dan CEO Kaltim Post Ivan Firdaus melepas peserta lari. Salah satunya adalah Bupati Kukar Rita Widyasari. (Chandra Satwika/Jawa Pos)

JawaPos.com– Hujan yang mengguyur Kota Tenggarong Minggu pagi (16/7) tak menyurutkan semangat 1.500 peserta Kaltim Post Road to Jawa Pos Fit Tenggarong. Mereka tetap hadir di halaman kantor bupati Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mengikuti race lari terbesar yang pernah ada di kota tersebut.

Hujan itu membuat panitia memundurkan jadwal flag off selama 15 menit. Beberapa menit menjelang start, hujan reda. ”Kami menunda 15 menit untuk memberi kesempatan kepada peserta yang terlambat akibat terhalang hujan. Banyak peserta yang datang dari jauh,” kata Senior Manager PT Jawa Pos Koran Rensi Dewi Bulan.

Tepat pukul 07.15 waktu setempat, CEO Jawa Pos Group Yanto S. Utomo bersama Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin dan Bupati Kukar Rita Widyasari melepas peserta kategori 10K. Mereka didampingi Regional Director AXA Andi Arwan dan Assistant Promotion Manager Yamaha Alfian Novan.

Berselang 15 menit kemudian, peserta 5K dilepas Nafsiah Dahlan Iskan dan CEO Kaltim Post Ivan Firdaus. Bupati Kukar Rita Widyasari menjadi peserta kategori 5K dengan mengenakan bib number 0088.

Rita bangga karena Tenggarong dipilih sebagai salah satu tempat penyelenggaraan pre-event Jawa Pos Fit East Java Marathon 2017. ”Tidak hanya mewakili Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi satu-satunya kota di Kalimantan yang terpilih sebagai tuan rumah. Terima kasih, Jawa Pos dan Kaltim Post,” kata Rita.

Dari halaman kantor bupati Kukar, seluruh peserta kategori 10K dan 5K langsung menuju jembatan Kutai Kartanegara yang hanya berjarak 1 km. Polisi dan petugas satpol PP menutup sementara jembatan tersebut untuk memberikan kenyamanan bagi para runner. Di atas jembatan, sebagian peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk berfoto. ”Kapan lagi bisa lari dan selfie di atas jembatan ini?” kata Anindya Fitria, peserta dari Balikpapan.

Jembatan yang merupakan ikon Kota Tenggarong itu memiliki panjang 710 meter dengan bentang utama 470 meter dan lebar 10,45 meter. Jembatan di atas Sungai Mahakaman tersebut baru berdiri dua tahun untuk menggantikan jembatan lama yang runtuh pada 26 November 2011.

Pemandangan yang terlihat dari atas jembatan begitu elok. Peserta bisa melihat Pulau Kumala dengan patung Lembuswana-nya yang berukuran jumbo. Selain itu, Stadion Aji Imbut yang menjadi markas tim Liga 1 Mitra Kukar terlihat jelas dari atas jembatan kebanggaan warga Kukar tersebut.

Selain sensasi berlari di atas jembatan Kukar, trek lomba menjadi lebih menarik karena peserta seolah-olah menyusuri Sungai Mahakam yang termasyhur itu. Pemandangan Sungai Mahakam menemani peserta sepanjang rute lomba. ”Rasanya adem. Cuaca tidak panas karena selesai hujan, ditambah pemandangan sungai yang indah. Keren,” kata Intan Kusuma Dewi, peserta dari Samarinda.

Peserta rata-rata puas dengan penyelenggaraan race tersebut. Panitia memenuhi janji untuk menyelenggaraan race dengan standar internasional. Itu membuat peserta merasa aman dan nyaman. Rute lomba steril dari kendaraan berkat kerja keras aparat Polres Kukar dan marshal. Di sepanjang rute, marshal juga tak henti-henti memberikan semangat dan panduan kepada peserta. ”Kami bangga, Tenggarong punya event berskala nasional seperti ini,” kata Henry Susanto, anggota komunitas Tenggarong Runners. Dia menamatkan kategori 10K dengan catatan waktu 1 jam 15 menit.

Kemarin Tenggarong Runners juga berpartisipasi sebagai pacer atau pemandu waktu bagi peserta. Lima di antara sembilan pacer dalam event itu adalah anggota Tenggarong Runners. Sisanya berasal dari komunitas Freeletics Tenggarong.

Kaltim Post Road to Jawa Pos Fit Tenggarong justru didominasi peserta dari luar kota. Antara lain Sangatta, Berau, Samarinda, Balikpapan, Bontang, Surabaya, Bogor, Malang, Bandung, dan Jakarta. Bahkan, ada peserta yang mengikuti rangkaian pre-event sejak dari Palembang. Salah seorang di antaranya adalah Rike Setiawati, bodybuilder dari Bandung. ”Palembang dan Tenggarong sama-sama asyik. Saya ke sini sekalian nonton Persib yang sedang away lawan Mitra Kukar. Sayang, Persib kalah,” kata Rike.

CEO Jawa Pos Group Yanto S. Utomo mengatakan, event di Tenggarong merupakan rangkaian pre-event Jawa Pos Fit East Java Marathon yang diadakan pada 12 November 2017 di kawasan Jembatan Suramadu, Surabaya. Pre-event pertama diadakan di Palembang pada 14 Mei dengan tajuk Sumatera Ekspres Road to Jawa Pos Fit Palembang. Pada 6 Agustus nanti diadakan Fajar Road to Jawa Pos Fit Makassar. Kemudian, pada 16 September digelar Manado Post Road to Jawa Pos Fit Manado. ”Semoga yang ikut hari ini juga ikut di pre-event selanjutnya dan juga puncak acara di Suramadu,” kata Yanto. (c11/tom)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia