Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2017 | 16.07 WIB

Ketum PAN Pun Bereaksi soal Pemblokiran Telegram 

Ketum PAN, Zulkifli Hasan - Image

Ketum PAN, Zulkifli Hasan

JawaPos.com - Pemblokiran aplikasi Telegram rupanya mendapat perhatian Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Zulhas-sapaannya- menyayangkan kebijakan yang diambil Menteri Rudiantara itu.


Menurutnya, pemblokiran ini merupakan wujud bahwa kebijakan pembantu presiden tidak memikirkan rakyat. Ia bahkan memprediksi pemblokiran tersebut akan berimbas pada popularitas Presiden Joko Widodo.


"Saya sayangkan saja, kebijakan-kebijakan pembantu presiden kalau terus menerus begitu kan lama-lama merongrong popularitas presiden," ujarnya saat ditemui di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu (13/7).


Zulkifli khawatir pembredelan ini menimbulkan efek domino kepada situs jejaring sosial lain di Indonesia yang memiliki banyak pengguna, seperti Facebook dan Instagram. Jika itu terjadi, maka masyarakat akan marah dengan pemerintah yang sewenang-wenang.


"Kalau semua dibredelkan marah, marah sama siapa, pembantu presiden. Akhirnya begitu," jelas ketua MPR RI itu.


Telegram diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika karena dinilai banyak mengandung konten berbau radikalisme dan terorisme. 


Tercatat, sekitar 700 halaman terkait konten mulai dari ajakan membuat bom hingga bergabung dengan organisasi teroris ditemukan dalam Telegram.(bon/rmol/mam/JPG)


Editor: Imam Solehudin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore