Minggu, 23 Jul 2017
Properti

Pelaku Properti: Ke Mana Pun Ibu Kota Pindah Tidak Masalah

Minggu, 16 Jul 2017 13:30 | editor : Mochamad Nur

Saalh satu sudut kota Palangka Raya (Dok.Jawa Pos)

JawaPos.com – Kalangan pelaku properti menyambut baik pemindahan ibu kota. Salah satu yang masih dikaji yaitu ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) memandang pemindahan ibu kota akan membuat Jakarta lebih fokus sebagai pusat bisnis.

“Walaupun pusat pemerintahan dipindahkan, mau kemana pun ibu kota enggak masalah. Malah kami bisa cenderung fokus ke bisnis di Jakarta,” tegas Ketua DPD AREBI DKI Jakarta Lukas Bong, Minggu (16/7).

Lukas mencontohkan negara maju justru memisahkan antaran pusat pemerintahan dan pusat bisnis. Dia menyebut Australia di mana ibu kota negaranya di Canberra tak semaju Sydney yang justru lebih pesat sebagai pusat bisnis.

“Sama, nanti Jakarta juga akan seperti itu. Kami optimis  harga tanah di Jakarta tak akan turun. Karena Jakarta sudah terbentuk sedemikian rupa. Properti akan semakin menggeliat,"  jelasnya.

Dia menjelaskan saat ini harga properti di Jakarta dan daerah penyangganya sudah semakin mahal. Tak ada lagi rumah di bawah harga Rp 1 miliar di Jakarta.

“Kalau rumah di bawah Rp 1 miliar harus tanda tanya, bermasalah sertifikatnya atau lokasi itu mau digusur atau di bantaran kali,” katanya.

Dia mendorong sistem transportasi massal di Jakarta agar segera selesai. Pasalnya pengembang paling senang membangun properti dengan sistem TOD, Transportation Oriented Development.

“Tapi kalau kita bicara di bawah Rp 500 juta siap huni, kawasan penyangga jadi pilihan. TOD itu di mana ada stasiun LRT, MRT, stasiun terpadu dan lainnya, pasti dibidik pengembang. Kami dukung pemerintah untuk segera. Bayangkan dari Tanah Abang ke Serpong cuma 45 menit. Dan rumah vertikal paling relevan,” tandas Lukas. (cr1/JPG)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia