
Ilustrasi
JawaPos.com - Pengiriman sabu dari Tiongkok tidak pernah habisnya. Setelah tim gabungan Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Polresta Depok dan BNN Provinsi Banten berhasil mengggagalkan penyelundupan sabu seberat 1 ton di Pantai Anyer, Serang Banten, kali ini di Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan 50 kg sabu di Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).
Dua dari sembilan tersangka yang ditangkap, terpaksa ditembak mati. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menjelaskan, sembilan bandar itu diduga berperan sebagai operator penyelundupan. "Dua meninggal dunia karena melawan petugas saat hendak ditangkap," ujarnya kemarin.
Arman menyatakan, petugas BNN di lapangan terus melakukan pengembangan. Berdasar tujuh orang yang berhasil ditangkap hidup-hidup, masih ada pelaku lain yang terlibat. "Ini yang dikembangkan dan dikejar," katanya.
Menurut Arman, 50 kilogram sabu-sabu itu dikirim dari Tiongkok dengan menggunakan sebuah kapal dan transit di Malaysia. Kapal tersebut lalu menurunkan sabu-sabu ke perahu-perahu nelayan yang disewa bandar. "Itu dulu keterangannya, ya," ujarnya, lantas menyebut masih berada di Bandara Kualanamu, Medan.
Pengungkapan 50 kilogram sabu-sabu hanya selang dua hari dari pemecahan rekor kasus 1 ton sabu-sabu menunjukkan genÂtingnya peredaran narkotika di Indonesia. Intensitas penyelundupan narkotika begitu tinggi dan bahkan pengungkapan sebesar apa pun tidak akan memberikan dampak psikologis kepada bandar.
Kepala Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko mengatakan, mungkin bandar melakukan perhitungan taktis bahwa adanya pengungkapan 1 ton sabu-sabu itu justru membuat petugas kendur. Sehingga menjadi waktu yang tepat mengirimkan barang haram ke Indonesia. "Bandar berpikirnya kita akan landai setelah mengungkap 1 ton, ternyata tidak," jelasnya.
Terlebih, diketahui bahwa empat orang yang ditangkap dalam kasus 1 ton sabu-sabu itu hanya operator lapangan. Bandar besarnya masih bebas di Taiwan dan sebagian ada yang di Indonesia. "Maka, mereka tetap terus berupaya memasukkan narkotika," paparnya.
Selain itu, bandar yang mengirim 50 kilogram sabu-sabu melalui Sumut tersebut mungkin tidak terhubung dengan bandar yang mengirim 1 ton sabu-sabu di Banten. (idr/c10/owi)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
