
Juan Calvi saat memberikan materi workshop musik
Awalnya kedatangan tiga bule asal negara spanyol ke Gorontalo ini hanyalah untuk berlibur. Namun siapa sangka, keinginan awal dari Alixe Lobato, Pablo Velasca, dan Juan Calvi berubah menjadi berkah tersendiri bagi para pecinta film di Gorontalo.
Yudhistirah M A Saleh, Gorontalo
Alunan suara klarinet terdengar sayup-sayup dari lantai dua Galeri Riden Baruwadi yang terletak di Jalan Raya Eyato Kota Gorontalo. Irama khas dari alat musik asal spanyol itu semakin merdu terdengar saat dimainkan bersama alunan suara rebana dan Polopalo yang merupakan dua alat musik tradisional Gorontalo.
Alunan musik ini sendiri bukan berasal dari konser atau pentas musik, melainkan kolaborasi antara Juan Calvi, salah seorang professor musik asal Spanyol bersama sejumlah pemusik muda lokal Gorontalo.
Mereka tengah mengisi soundtrack musik sebuah film pendek tentang Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo yang beberapa hari ini tengah mereka garap bersama.
Juan Calvi sendiri hanyalah satu diantara tiga pemusik Spanyol lain yang bertindak sebagai pemateri dalam Workshop Short Movie & Audiovisual Media yang digelar oleh kelompok seniman Kelapa Batu Gorontalo.
Workshop ini sendiri terbilang dadakan digelar, karena awalnya ketiga bule ini memang hanya datang untuk berlibur dan menghabiskan waktu di Gorontalo setelah sebelumnya berkunjung di Bali.
Setibanya di Gorontalo, ketiganya berkenalan dengan komunitas Kelapa Batu yang kemudian meminta ketiganya untuk menjadi pemateri dalam sebuah workshop tentang pembuatan film Gorontalo. “Kapan lagi kita kedatangan orang-orang hebat seperti mereka, Lagipula untuk menjadi pemateri dalam workshop ini mereka tidak dibayar sama sekali,” ujar Muhammad Jufri salah seorang panitia pelaksana.
Lebih lanjut Jufri mengatakan, output yang diharapkan dari pelaksanaan workshop ini sendiri selain untuk menambah ilmu para pembuat film di Gorontalo tentang cara pembuatan film, juga untuk menghasilkan sebuah film tentang Gorontalo.
“Untuk lokasi pembuatan filmnya kita mengambil danau Limboto,” ujarnyaa sebagimana dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group).
Terpisah Juan Calvi saat diwawancarai Gorontalo Post mengaku ia baru pertama kali datang ke Gorontalo bahkan di Indonesia itu sendiri. Juan mengaku sangat senang bisa berbagi ilmu dengan para pecinta musik maupun film yang ada di Gorontalo.
“Gorontalo memiliki alam yang indah dan masih terjaga hingga saat ini, Musik tradisionalnya juga indah terdengar di telinga,” ujar Profesor Musik asal Spanyol itu.
Juan sendiri datang ke Indonesia bukan hanya untuk berlibur tapi sekaligus untuk melakukan riset tentang musik tradisional indonesia yang bekerja sama dengan salah satu Universitas di Denpasar, Bali. Juan sendiri mengatakan, Kedua temannya yang lain masing-masing
Keindahan Gorontalo memang tidak akan pernah habis untuk di Alixe dan Pablo punya kemampuan dan keahlian berbeda. Alixe adalah seorang Freelence Film Maker yang cukup terkenal di Spanyol dan Pablo sendiri merupakan seorang produser musik di salah satu TV Swasta di Madrid.
“Semoga kedepannya para pembuat film lokal Gorontalo bisa menghasilkan sebuah Film pendek tentang Gorontalo yang berkualitas dan memiliki daya saing,” tandasnya. (yud/sad/JPG)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
