Minggu, 23 Jul 2017
Finance

Nasabah Kredit Macet Bank Pelat Merah Diduga Lakukan Rekayasa Ini

Sabtu, 15 Jul 2017 18:15 | editor : Dimas Ryandi

ilustrasi Bank dan atm

ilustrasi Bank dan atm (jawapos.com)

JawaPos.com - Ada dugaan rekayasa dalam pengalihan hutang PT KAP (nasabah kredit macet Bank BTN dengan status debitur PKPU) kepada pihak PT Tri Cahaya Mas (TCM).

Dugaan itu diungkapkan Koordinator DPP Generasi Republik Untuk Keadilan dan Anti Korupsi (Gertak), Lubis Maruf Pandaopotan sebagaimana dilansir dari rmol (jawa pos grup), Jumat, (14/7).

"Dengan pola pengalihan hutang maka terjadi outstanding perbaikan NPL pada bulan Juni sebesar Rp20 M," sambungnya.

Lubis menjelaskan, perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai rekayasa kualitas kredit adalah pihak PT.TCM yang mengambil alih hutang kredit macet PT.KAP (debitur PKPU), yang baru didirikan Mei 2017.

"PT ini dipersiapkan khusus hanya untuk memperbaiki NPL bulan Juni 2017)," imbuhnya.

Pengurusnya pun, menurut dia, terdiri dari orang-orang yang tidak berpengalaman karena terindikasi hanya berasal dari perusahaan papan nama. 

Lubis menduga, ada pihak yang sengaja mengizinkan dan menyetujui praktek mark up nilai jaminan terbukti dari PT.TCM diberikan tambahan plafond kredit sebesar Rp2 M, sebab mereka tidsk menyerahkan jaminan sebagaimana lazimnya.

"Kalau terdapat penambahan plafond kredit, tetapi justru PT.TCM diberi keleluasaan mengurangi jaminan sehingga jumlah jaminan sebelum pengalihan hutang yang semula sebanyak 28 Sertifikat dengan jumlah kredit sebanyak RP 20 Milyar dan diubah dengan kredit baru sebesar Rp22 Miliar dengan jaminan 14 sertifikat yang merupakan Bagian dari 28 sertifikat tersebut," sesal dia.

Lebih lanjut, Lubis menjelaskan, pengalihan hutang dilakukan pada masa PKPU tetap tanpa izin dari hakim pengawas dan pengurus PKPU. 

Praktek ini, kata dia, merupakan window dressing tervulgar dalam sejarah BTN dan dilakukan dengan kesadaran penuh melibatkan oknum orang dalam. (sam/rmol/dms/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia